Jayapura, GaleriPapua – Balai Bahasa Papua terus memperkuat upaya pembinaan kebahasaan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui ajang Pemilihan Duta Bahasa Papua 2026 yang rutin digelar setiap tahun dan menjadi bagian dari program nasional Balai Bahasa di seluruh Indonesia.
Program ini menjangkau peserta dari seluruh Tanah Papua, yang meliputi enam provinsi. Namun pada tahun ini, finalis yang berhasil lolos seleksi berasal dari lima provinsi, yakni Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate, mengatakan ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda dalam bidang kebahasaan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus didorong untuk melestarikan bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apalagi di Tanah Papua terdapat 428 dari total 729 bahasa daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, peran Duta Bahasa sangat strategis untuk kami libatkan sebagai mitra. Selain itu, mereka juga harus mampu menguasai bahasa asing di era kemajuan saat ini,” kata Lovina di Jayapura, Sabtu, 11 April 2026.
Papua menghadapi ancaman serius kepunahan bahasa daerah. Jumlah bahasa yang banyak tidak sebanding dengan jumlah penuturnya yang kian menyusut.
“Serius sekali. Bahasa daerah di Papua itu banyak, tetapi penuturnya sangat sedikit. Saat kami memetakan bahasa Yaur di Nabire, penuturnya masih ada, tetapi tidak lagi bisa menuturkannya. Kami hanya mengumpulkan sekitar 60 kosakata,” ungkap Valentina. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena bahasa daerah tidak lagi dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlahan kehilangan penuturnya.
Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berencana menggelar Kongres Bahasa Daerah tingkat nasional untuk pertama kalinya di Papua. Forum ini akan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjadi ruang pertemuan untuk membahas masa depan bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan.
Valentina berkata, penyelenggaraan kongres tersebut tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua. Menurut dia, dukungan dari pemerintah daerah di enam provinsi menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. “Ini akan menjadi kerja bersama dengan pemerintah daerah se-Tanah Papua. Dukungan dari enam provinsi sangat serius,” ujarnya
Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata Valentina Lovina Tanate, akan menggelar Kongres Bahasa Daerah tingkat nasional untuk pertama kalinya di Papua. Forum ini akan menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi ruang pertemuan untuk membicarakan masa depan bahasa daerah.
Menurut Valentina, penyelenggaraan kongres tersebut akan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua. Ia menilai dukungan dari pemerintah daerah di enam provinsi menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah. ““Itu nanti akan kolaborasi dengan pemerintah daerah se – Tanah Papua. Jadi dukungan pemda dari enam provinsi ini sangat serius,” tuturnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Papua, Ra’fatul Mulkiyah menyatakan para finalis yang hadir adalah putra-putri terbaik Papua yang membawa harapan besar untuk menyatukan kearifan lokal dengan kemajuan global, serta memperkenalkan wajah Papua yang cerdas, berbudaya dan percaya diri kepada dunia “harapan saya kepada generasi muda Papua lebih mencintai bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa ibu,” katanya.


























