Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi

Endy Langobelen

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga peserta lomba Tanding Seduh Kapolres Cup sedang menyeduh kopi terbaiknya untuk disuguhi kepada para dewan juri di Kafe Kopi Dari Hati, Timika, Senin (17/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Tiga peserta lomba Tanding Seduh Kapolres Cup sedang menyeduh kopi terbaiknya untuk disuguhi kepada para dewan juri di Kafe Kopi Dari Hati, Timika, Senin (17/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Sebanyak 24 barista dari sejumlah kedai kopi di Mimika, Papua Tengah, mengikuti Lomba Tanding Seduh Kapolres Cup yang digelar Polres Mimika dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kompetisi berlangsung di Kafe Kopi Dari Jati, Timika, Senin (17/8/2026) sore hingga menjelang malam. Para peserta tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyeduh kopi Papua.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengatakan lomba tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing para penggiat kopi di Timika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang kedua, kita ingin membuat penggiat-penggiat kopi ini lebih kompetitif dalam meningkatkan kualitas dan skill mereka dalam membuat kopi,” kata Alredo.

Menurutnya, peningkatan kualitas barista juga akan berdampak terhadap perkembangan usaha kedai kopi. Barista dengan kemampuan yang baik dinilai dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus nilai jual sebuah kedai.

Alredo bahkan berharap perkembangan industri kopi di Timika semakin pesat hingga masyarakat memiliki banyak pilihan kedai dengan kualitas kopi yang baik.

“Kalau bisa sampai orang di Timika ini bingung mau ke tempat kopi, saking banyak yang enak-enak,” ujarnya.

Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, Tanding Seduh Kapolres Cup dirancang secara terbatas. Peserta tidak mendaftar secara terbuka, melainkan diundang berdasarkan pertimbangan kualitas dan kemampuan mereka.

Tiga peserta lomba Tanding Seduh Kapolres Cup sedang menyeduh kopi terbaiknya untuk disuguhi kepada para dewan juri di Kafe Kopi Dari Hati, Timika, Senin (17/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Tiga peserta lomba Tanding Seduh Kapolres Cup sedang menyeduh kopi terbaiknya untuk disuguhi kepada para dewan juri di Kafe Kopi Dari Hati, Timika, Senin (17/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Konsep tersebut sengaja diterapkan agar kompetisi tetap kompetitif sekaligus mendorong kedai-kedai kopi meningkatkan standar mereka.

“Event ini sangat selektif dan limited edition. Setiap tahun event ini akan ditunggu,” kata Alredo.

Selain peserta yang dipilih, Polres Mimika juga menghadirkan juri dari kalangan penggiat kopi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.

Baca Juga :  Curas Marak Jelang Pilkada Mimika, Polisi: Tak Berkaitan dengan Politik

Empat juri yang terlibat yakni Willyanto atau Willy Sidewalk, Certified Judge ICC dari Kediri; Benny Batista, pemegang kompetensi ISCC Barista Skills dari Timika sekaligus pemilik Dailydose_Timika; Ahmad Riyanto, pemegang CSP Barista Skills Foundation SCA 2026 dan Basic Sensory Coffee 7 Clover Coffee 2026 sekaligus Founder Beranda Home; serta Aman Uddin, instruktur barista sejak 2022 dan peraih juara kedua Battle SR 2026 sekaligus Founder Kedai Morfo.

Kehadiran juri berpengalaman tersebut, kata Alredo, diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan bagi para barista di Timika.

“Dimanapun kita di Papua ini butuh ilmu yang banyak supaya di tingkat-tingkat nasional kita bisa bersaing,” katanya.

Alredo menilai kopi Papua sebenarnya telah dikenal luas, tetapi kemampuan orang Papua dalam mengolah dan menyajikan kopi masih belum banyak diketahui di tingkat nasional.

“Orang tahu semua kopi Papua, tapi orang belum pernah tahu siapa barista Papua. Itu yang orang tidak tahu,” ujarnya.

Adu karakter rasa dengan kopi Papua

Salah satu juri, Willy Sidewalk, menjelaskan seluruh peserta menggunakan jenis kopi yang sama sehingga kemampuan masing-masing barista benar-benar menjadi pembeda dalam kompetisi.

Kopi yang digunakan merupakan kopi Papua dari Pyramid dan disediakan oleh panitia.

“Idenya kompetisi ini dengan kopi yang sama diseduh oleh tiap barista. Karakter rasanya ini yang kita adu, ibaratnya kita adu skill, mana seduhan yang paling oke,” jelas Willy.

Dalam kompetisi tersebut, penilaian tidak berfokus pada teknik penyeduhan, tetapi terutama pada karakter rasa kopi yang dihasilkan.

Para juri menilai keseimbangan rasa, termasuk sweetness dan acidity, sesuai karakter seduhan yang dihasilkan masing-masing peserta.

Willy mengatakan kualitas kopi yang digunakan sebenarnya sudah tergolong baik. Tantangannya berada pada kemampuan barista dalam menghasilkan seduhan terbaik dari bahan yang sama.

Baca Juga :  Pj Bupati Mimika: OPD Boleh Lakukan Pelelangan, Kecuali Dana TKD

“Secara kopinya sudah bagus, tinggal seduhannya saja,” katanya.

Ia juga melihat perkembangan kedai kopi di Timika dalam satu hingga dua tahun terakhir cukup pesat. Namun, ia berharap kedai-kedai tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan makanan dan minuman, tetapi juga semakin serius mengembangkan kualitas kopi Papua.

“Saya datang ke sini maunya kopi Papua. Kemarin di salah satu kedai kopi ditawarin kopi dari luar Papua, ya ngapain? Saya datang ke sini yang maunya kopi Papua,” ujarnya.

Hadiah hingga Rp5 juta

Untuk menambah daya tarik kompetisi, panitia menyiapkan hadiah dengan total Rp14 juta.

Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, juara ketiga Rp3 juta, dan juara keempat Rp2 juta.

Dalam kompetisi tersebut, Awan dari Kowar keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih M. Irsal dari Sudut Ruang, disusul Bagas dari Goldstone di posisi ketiga, dan Dimas dari Monoma sebagai juara keempat.

Foto bersama para pemenang, dewan juri, dan Kapolres Mimika. (Foto: Dok. Polres Mimika)
Foto bersama para pemenang, dewan juri, dan Kapolres Mimika. (Foto: Dok. Polres Mimika)

Kapolres Mimika mengatakan hadiah dan konsep kompetisi akan terus dievaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.

Menurut dia, jumlah peserta tidak harus ditambah jika hal tersebut justru mengurangi kualitas kompetisi. Ia lebih memilih peserta yang lebih sedikit tetapi benar-benar memiliki kemampuan, dengan hadiah dan kualitas juri yang ditingkatkan.

“Pesertanya lebih banyak belum tentu. Mungkin bisa lebih sedikit, hadiahnya lebih banyak,” katanya.

Sementara itu, Willy menyebut penyelenggaraan perdana tersebut masih memiliki sejumlah hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya berkaitan dengan waktu persiapan dan jumlah peserta.

Menurutnya, potensi peserta sebenarnya cukup besar. Jika pendaftaran dibuka secara luas, jumlah peserta diperkirakan dapat mencapai sekitar 50 barista.

Namun, karena waktu persiapan dan pelaksanaan terbatas, panitia akhirnya membatasi kompetisi pada 24 peserta.

Ke depan, ia berharap Tanding Seduh Kapolres Cup dapat dipersiapkan lebih matang dan berkembang menjadi ajang yang konsisten untuk menemukan sekaligus mengasah barista berbakat dari Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika
Lomba Rakyat di Waena, Pemuda Heram dan Kepala Suku Ohee Hidupkan Semangat HUT ke-81 RI
Lanal Timika Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Semarak HUT RI ke-81, Lomba Puisi Dorong Siswa SLB Papua Tengah Berani Berkarya
Semarakkan HUT ke-81 RI, 130 Sekolah di Mimika Ikuti Karnaval Budaya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:15 WIT

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:57 WIT

Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi

Berita Terbaru

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Johannes Rettob)

Pemerintahan

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:39 WIT

Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana melakukan olah TKP penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:24 WIT

Kasat Resnarkoba Polres Mimika AKP Habibi Solosa memimpin pemusnahan barang bukti ganja bersama perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, BNNK, dan kuasa hukum tersangka di Mapolres Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:20 WIT