NABIRE — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diwujudkan melalui Lomba Puisi Tingkat SDLB, SMPLB, dan SMALB se-Provinsi Papua Tengah yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (12/08/26).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan keberanian melalui karya sastra.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Fredi M. Edowai mengatakan, kegiatan lomba puisi memiliki makna yang lebih luas dari sekadar mencari pemenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, panggung perlombaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang pendidikan yang inklusif sekaligus mendorong peserta didik agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan wadah untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, bakat, dan rasa percaya diri peserta didik berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, puisi dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk menuangkan perasaan, menyampaikan gagasan, serta mengenali dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
Di saat yang sama, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
Menurutnya, kesempatan untuk tampil dan berkarya merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Karena itu, keberanian peserta didik untuk berada di atas panggung dan menunjukkan kemampuan mereka patut mendapatkan apresiasi.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Apresiasi secara khusus diberikan kepada para guru, pendamping, panitia, serta orang tua yang terus memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta didik.
“Kepada seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik kalian. Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi keberanian untuk berpartisipasi dan semangat untuk terus berkarya,” pesannya.
Ia menilai, pengalaman mengikuti perlombaan dapat memberikan manfaat positif bagi peserta didik, terutama dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian tampil di hadapan orang lain.

Karena itu, hasil perlombaan tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Proses peserta didik dalam mempersiapkan diri, berlatih, tampil, hingga berani mengekspresikan kemampuan merupakan bagian penting dari pencapaian mereka.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan potensi dan karakter peserta didik berkebutuhan khusus di Provinsi Papua Tengah.
Semangat kompetisi juga diharapkan tetap berjalan seiring dengan nilai sportivitas dan saling menghargai antarpeserta.
“Junjung tinggi sportivitas, percaya diri, dan teruslah berkarya,” katanya.
Momentum HUT RI ke-81 pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi, dan menghasilkan karya.
Melalui kegiatan seperti lomba puisi, ruang aktualisasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus dapat terus diperluas sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk tampil, berkarya, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah serta kehidupan berbangsa dan bernegara.







