Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi

Ahmad

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Elisabet Sisauta (berdiri di tengah) pemeran Maira bersama warga Mimika dalam gala premier film

i

Potret Elisabet Sisauta (berdiri di tengah) pemeran Maira bersama warga Mimika dalam gala premier film "Teman Tegar Maira" di Studio 1 XXI DIana Mall Timika, Jumat (16/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Di tengah masifnya isu deforestasi dan eksploitasi hutan, sebuah film bertema lingkungan hadir sebagai pengingat yang menggugah.

Film Teman Tegar Maira – Whisper From Papua resmi diperkenalkan kepada publik Mimika melalui gala premier di Studio 1 XXI Diana Mall Timika, Jumat (16/1/2026).

Ratusan penonton yang memadati studio tampak larut sejak menit awal pemutaran. Hamparan lanskap alam Papua yang ditampilkan berpadu dengan suara alam, menciptakan suasana tenang sekaligus reflektif tentang relasi manusia dan lingkungan.

Film ini digarap oleh entitas kreatif asal Bandung, Aksa Bumi Langit, dengan Anggi Frisca sebagai sutradara. Dua pemeran utama, Elisabet Sisauta dan Muhamad Alfidi Tegarajasa, tampil membawakan karakter yang menjadi jembatan emosional dalam cerita.

Teman Tegar Maira mengajak penonton menyelami Papua melalui sudut pandang yang personal dan humanis. Cerita bergerak perlahan, menampilkan keindahan alam, kehidupan masyarakat adat, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Apresiasi Event TIFA, Bupati Mimika: Tahun Depan Kita Buat Lebih Besar Lagi

Tema besar pelestarian hutan dan keberlangsungan ekosistem menjadi benang merah film ini. Isu lingkungan disampaikan dengan pendekatan naratif yang lembut, tanpa kesan menggurui, sehingga pesan yang dibawa terasa dekat dan relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang.

Film ditutup dengan nuansa kontemplatif yang mengajak penonton merenung tentang hubungan manusia dengan alam—sebuah pesan yang menjadi semakin penting di tengah tekanan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam.

Proses Panjang dan Pelibatan Masyarakat Lokal

Sutradara Anggi Frisca mengungkapkan bahwa proses pembuatan Teman Tegar Maira memakan waktu cukup panjang, yakni sekitar dua setengah tahun, mulai dari riset hingga syuting.

Sutradara film "Teman Tegar Maira", Anggi Frisca (Foto: Galeri Papua/Ahmad).
Sutradara film “Teman Tegar Maira”, Anggi Frisca (Foto: Galeri Papua/Ahmad).

Menurut Anggi, tahapan paling menantang adalah menemukan ide cerita yang tepat, menentukan lokasi, serta memahami kebiasaan dan kehidupan masyarakat adat Papua.

Baca Juga :  TP-PKK Puncak Jaya Tampilkan Tas dan Desain Batik pada Lomba Hari Kartini di Nabire

“Sementara untuk proses casting ini mungkin tidak terlalu cepat, tapi yang lama itu mungkin adalah proses pelatihannya, karena kami ingin melibatkan masyarakat lokal yang sepenuhnya untuk menjadi voice of narasi di film ini,” ujarnya.

Kehadiran Anggi dan tim di Mimika merupakan bagian dari rangkaian menuju penayangan resmi film ini secara nasional pada 5 Februari 2026 mendatang. Ia menyebut, proses produksi film ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Papua dan masyarakatnya.

“Saya juga banyak belajar dari masyarakat adat bagaimana Papua dengan kekuatan seninya sungguh sangat luar biasa. Karena bisa dibilang seni yang hadir di sini itu adalah suara-suara dari teman-teman Papua,” tuturnya.

Melalui film ini, Anggi berharap terbangun kembali koneksi antara manusia dan alam, serta tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Sebab, menurutnya, kerusakan alam bukan hanya soal hilangnya hutan, tetapi juga tentang masa depan manusia itu sendiri.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Era Modern dan Peran Generasi Muda Lestarikan Budaya Kamoro
‘Tabola Bale’ Meledak di AMI Awards 2025: Lagu Cinta dari Timur yang Taklukan Panggung Nasional
Ratusan Pelajar Mimika Ikut Pembinaan Kesenian, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Mince Pakage dan Noken Agya: Menenun Kasih, Merajut Warisan dari Hutan Papua
Gelar Rapat Kerja, Dekranasda Kabupaten Mimika: Produk Budaya Lokal Harus Berdaya Saing
Hadir di TIFA 2025, Kabupaten Deiyai Raih 3 Nominasi Terbaik
Elpama Prison dan Skena Hip Hop di Balik Jeruji Besi
PTFI Hadirkan Seniman Kamoro di Festival Noken Tanah Papua 2024 di Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:15 WIT

Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi

Rabu, 26 November 2025 - 01:33 WIT

Era Modern dan Peran Generasi Muda Lestarikan Budaya Kamoro

Kamis, 20 November 2025 - 09:14 WIT

‘Tabola Bale’ Meledak di AMI Awards 2025: Lagu Cinta dari Timur yang Taklukan Panggung Nasional

Senin, 17 November 2025 - 20:28 WIT

Ratusan Pelajar Mimika Ikut Pembinaan Kesenian, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:43 WIT

Mince Pakage dan Noken Agya: Menenun Kasih, Merajut Warisan dari Hutan Papua

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT