Hadir di TIFA 2025, Kabupaten Deiyai Raih 3 Nominasi Terbaik

Ahmad

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta dari Kabupaten Deiyai sedang berfoto di depan stan dengan mengenakan busana adat. (Foto: Istimewa)

i

Peserta dari Kabupaten Deiyai sedang berfoto di depan stan dengan mengenakan busana adat. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Kabupaten Deiyai menjadi satu-satunya peserta yang berhasil mencuri perhatian publik pada perhelatan Timika Inside Festival of Art (TIFA) di tahun 2025 yang dilaksanakan di Pelataran Graha Eme Neme Yauware, 22-24 Mei 2025.

Pasalnya, meski jadi pendatang baru, Kabupaten Deiyai berhasil menyabet 3 nominasi sekaligus dalam festival bergengsi di Papua Tengah itu.

Dengan membawa kearifan lokal serta budaya, peserta dari Deiyai mampu membawa pulang nominasi busana adat terbaik sebagai juara I; nominasi bazar dan pameran budaya sebagai juara I umum; serta juara II umum kategori lomba Talingkar Cinta (anyam rambut khas Papua).

Ketua UMKM Enamo Kabupaten Deiyai, Elisabeth Helena Aibekob, mengaku sangat mengapresiasi event TIFA yang diselenggarakan di Kabupaten Mimika.

Kata dia, dengan adanya TIFA, masyarakat luas pun semakin tahu tentang Kabupaten Deiyai beserta kearifan lokalnya, baik adat istiadat, hingga makanan khas dari daerah itu.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Lepas Kontingen Pesparawi: Juara Itu Bonus

“Di sana, kami hadirkan keripik asli dari Deiyai, ada ubi ungu, ada ubi kuning, dan juga ubi putih. Jadi, ada tiga varian warna dan rasa yang berbeda,” ujar Elisabeth saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

“Terus ada jus terong Belanda. Buah ini hanya ada di daerah kami, Kabupaten Deiyai,” lanjutnya.

Kata Elisabeth, jus terong Belanda sendiri kini menjadi salah satu minuman olahan yang sudah menjadi produk lokal asal Deiyai dengan nama Jus Emo Buah.

Mereka juga memamerkan olahan terong Belanda lainnya seperti Selai Emo Buah dan Dodol Emo Buah.

“Selama ini kan anak-anak (di Deiyai) beli jasjus yang kemasan-kemasan itu, jadi kami buat itu agar menarik minat anak-anak lagi, juga sebagai inovasi,” ujar Elisabeth.

Baca Juga :  Harhubnas 2023: Sektor Transportasi Harus Bergerak Maju

Sedangkan untuk olahan keripik terdiri dari Keripik Nota Ungu, Keripik Nomo, Keripik Nota Ubi Jalar, Keripik Pisang, Wede Jahe, Kunyit, Bawang Dayak hingga Temu Lawak.

Elisabeth mengatakan, pada event TIFA berikutnya, Kabupaten Deiyai akan memperkenalkan lebih banyak lagi makanan khas lokal olahan masyarakat setempat.

Ia juga ingin kelak event serupa dapat diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai di daerah tersebut mengingat Deiyai punya salah satu danau yang konon sangat cantik bernama Danau Tigi, di mana terdapat satu pulau di tengah-tengahnya.

Oleh karena itu, ia pun berharap pemerintah daerah beserta dinas terkait dapat memperhatikan hal tersebut dan dapat menghadirkan satu festival yang dapat meningkatkan kearifan lokal untuk diperkenalkan kepada rakyat Indonesia umumnya dan Papua khususnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi
Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi
Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai
Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua
Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai
Sejarah Baru Pers Papua! Festival Media Perdana Satukan Jurnalis Lintas Generasi di Nabire
Wartawan Senior Papua Perkuat Festival Media Perdana di Nabire
KASTIL 2025 Siap Digelar Perdana di Kei: Panggung Seni, Budaya, dan Kreativitas Anak Muda Pesisir

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:15 WIT

Film “Teman Tegar Maira”, Suara Lirih Papua di Tengah Ancaman Deforestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIT

Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:28 WIT

Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:30 WIT

Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:09 WIT

Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai

Berita Terbaru

Ilustrasi jaringan internet Telkomsel down. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Peristiwa

Jaringan Internet Melambat, Telkomsel Akui Gangguan Nasional

Kamis, 22 Jan 2026 - 17:22 WIT