Gema Takbir di Jantung Mimika: Pawai Kemenangan yang Menyatukan Keberagaman

Ahmad

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan hias mulai berkumpul di halaman Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, untuk mengikuti Pawai Takbir Keliling, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kendaraan hias mulai berkumpul di halaman Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, untuk mengikuti Pawai Takbir Keliling, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Atmosfer kemenangan spiritual menyelimuti jantung Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat puluhan kendaraan hias dengan instalasi lampu artistik membelah malam dalam iringan gema takbir yang menggetarkan jiwa.

Pawai Takbir Keliling menyambut Idulfitri 1447 Hijriah ini bukan sekadar seremoni, melainkan representasi syukuran atas kemenangan umat setelah sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu.

Pusat kegiatan yang berlokasi di Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat (20/3/2026) malam, dilepas langsung secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan didampingi Wakil Bupati, Emanuel Kemong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme luar biasa dari warga yang tumpah ruah ke jalan.

Berbagai desain kendaraan hias melintas dengan anggun; mulai dari replika masjid yang megah, ornamen bernuansa Tionghoa yang melambangkan akulturasi budaya, hingga bedug raksasa yang bersanding dengan sorot lampu kriya.

Beberapa unit kendaraan juga dilengkapi sistem suara mumpuni guna memastikan syiar takbir menggema hingga ke seluruh sudut kota.

Guna memastikan pawai berjalan khidmat dan tertib, sebanyak 200 personel gabungan TNI, Polri, dan Mitra Kamtibmas dikerahkan ke titik-titik strategis.

Pengamanan ketat ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Kasubag Dalops Polres Mimika, AKP Manaf Anggiluli, di Sentra Pelayanan Polres Mimika pada Jumat sore.

Baca Juga :  Polres Mimika Musnahkan BB Sabu Sebanyak 37,46 Gram

Ketua PHBI Mimika, Ustad Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang turut menyukseskan malam kemenangan ini sebagai persiapan menuju salat Idulfitri esok hari.

“Kegiatan takbir keliling ini adalah bentuk rasa ungkap keagungan kita kepada Allah, umat muslim. Karena selama Ramadan ini, kita telah menyelesaikan sebuah aktivitas ibadah puasa yang luar biasa, yaitu menahan lapar dan haus di siang harinya, melaksanakan salat Tarawih di waktu malamnya, dan beramal-amal di antara keduanya. Kita umat muslim menahan aktivitas keburukan-keburukan yang kita perbuat, misal sebelum bulan Ramadan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, pawai ini menjadi bukti nyata predikat Mimika sebagai “Kota Harmoni”.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang keyakinan mempertegas bahwa Idulfitri di Mimika adalah kemenangan yang dirayakan secara kolektif sebagai bentuk kemanusiaan.

“Dan hari ini kita buktikan bersama-sama bahwa takbir keliling pada kesempatan kali ini tidak hanya diikuti oleh kaum muslimin, tapi juga seluruh agama yang ada di Kota Mimika,” tegas Ustad Joko.

Ia menambahkan bahwa momentum ini adalah perekat persaudaraan yang melintasi batas-batas primordial.

Baca Juga :  Kronologi Pengrusakan Patung Bunda Maria di Gereja Katedral Tiga Raja Timika

Senada dengan itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, tampak bangga melihat lautan manusia yang bersatu dalam damai. Baginya, takbir keliling ini adalah wajah asli Mimika yang toleran.

“Dan terima kasih sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Pak Ketua PHBI bahwa ini luar biasa, takbir akbar kali ini dilaksanakan bukan hanya oleh umat muslim, tetapi dari seluruh agama yang ada di Mimika. Terima kasih banyak, kita berikan applause untuk ini,” kata Johannes.

Johannes juga mengingatkan bahwa semangat kebersamaan ini harus terus dijaga, mengingat pekan depan masyarakat akan kembali bersukacita menyambut Paskah.

“Satu minggu lagi, kita mari kita sama-sama lagi semua yang hadir di sini kita lakukan bersama dengan umat Kristen melaksanakan parade Paskah. Kita ikut lagi seperti ini, silakan hias-hias mobil lagi dan kita jalan untuk mengelilingi Kota Timika, sebagai bentuk kebersamaan kita dan menunjukkan bahwa dari Papua, dari Timika, dari Mimika kita buktikan bahwa harmoni ini ada di seluruh Indonesia,” paparnya.

Johannes pun mengimbau agar seluruh peserta pawai tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya demi kelancaran ibadah salat Id keesokan paginya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Serentak, 1 Syawal Jatuh 21 Maret
Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Tawur Agung Kesanga di Mimika, Toleransi Lintas Etnis Menguat
Tawur Agung Kesanga di Mimika, Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi
Safari Ramadhan FORMIG Mimika Dimulai, Dorong Insentif Guru Ngaji dan Perkuat Harmoni Umat
Malam Pertama Ramadan 1447 H, Ribuan Jamaah Padati Masjid di Mimika
MUI Mimika Usul Penutupan Miras dan Hiburan Malam Selama Ramadan
MUI Mimika Imbau Masjid Selektif Undang Ustaz Tamu Selama Ramadan

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:17 WIT

Gema Takbir di Jantung Mimika: Pawai Kemenangan yang Menyatukan Keberagaman

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:46 WIT

Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:14 WIT

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Serentak, 1 Syawal Jatuh 21 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:49 WIT

Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Tawur Agung Kesanga di Mimika, Toleransi Lintas Etnis Menguat

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:30 WIT

Tawur Agung Kesanga di Mimika, Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi

Berita Terbaru