Kronologi Pengrusakan Patung Bunda Maria di Gereja Katedral Tiga Raja Timika

Endy Langobelen

Jumat, 27 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Bunda Maria yang dirusak oknum umat Katolik di Gua Maria belakang Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua Tengah, Jumat (27/10/2023). (Foto: Istimewa)

Patung Bunda Maria yang dirusak oknum umat Katolik di Gua Maria belakang Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua Tengah, Jumat (27/10/2023). (Foto: Istimewa)

MIMIKA– Patung Bunda Maria yang berada di Gua Maria belakang Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua Tengah dirusak oleh seorang oknum umat Katolik pada Jumat (27/10/2023) dini hari.

Berdasarkan penjelasan dari Pastor Bryan Ibrani Gwijangge, Pr., kejadian pengrusakan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat.

“Jadi, jam setengah empat itu ada bunyi di depan. Lalu ada ribut-ribut. Kamar saya kan di atas (rumah pastoran), jadi saya turun begini saya lihat ada satu orang di sekitar patung Bunda maria. Dia duduk di depan situ,” ujarnya saat dijumpai di depan rumah pastoran, Gereja Katedral Tiga Raja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat hal itu, Pastor Brian pun kemudian menanyakan kepada pria tersebut apa yang sedang dilakukannya.

“Dia bilang, saya ada di sini, tapi dia terlihat tidak fokus. Dia lewat mondar-mandir di depan gua Maria. Pokoknya dia punya mata itu lain sekali,” tutur Pastor Brian.

Pastor Brian pun sempat memerhatikan ke arah patung Bunda Maria dan ternyata patung tersebut telah dirusak oleh pria tersebut.

“Saya lihat bunga dengan patungnya sudah dihancurkan. Terus saya bawa dia keluar dari situ (lokasi gua Maria), saya arahkan ke bagian halaman gereja. Kemudian saya periksa kendaraan-kendaraan masih aman. Jadi, dia hanya bongkar di situ (gua Maria),” jelasnya.

Adapun bagian patung yang dirusak di antaranya pada bagian makota, kepala, dan badan patung.

“Patungnya di bagian kepala hancur. Mahkota di atas lepas. Kepalanya dilubang. Terus di bagian badan tengah itu dia tusuk. Mahkotanya itu kita sudah amankan,” terang Pastor Brian.

“Ada bercak darah juga di badan patung. Entah apakah dia pukul dengan tangan atau kayu, tapi setelah saya dekati (orang itu) lalu lihat dia punya tangan ada darah, mungkin dia pukul (patung) pakai tangan. Jarak saya dengan dia tidak begitu dekat jadi saya tidak bisa pastikan juga dia dalam kondisi mabuk atau tidak,” imbuhnya.

Selanjutnya Pastor Brian menelpon seorang koster untuk segera datang bersama aparat keamanan ke Gereja Katedral Tiga Raja.

Baca Juga :  Kansilog Timika Datangkan 1.700 Ton Beras untuk Persediaan 3 Bulan ke Depan

“Saya panggil koster Pak Anton. Saya telpon suruh cepat ke sini. Saya juga minta dia telpon polisi untuk datang sama-sama ke sini,” tuturnya.

Menurut Pastor Brian, saat itu, kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIT. Si pelaku pun masih bersama Pastor Brian, koster, dan beberapa orang lainnya.

“Kami semua di depan, dia (pelaku) juga ada di situ. Dia tidak bereaksi mau lari atau apa begitu. Kita kan kawali dia biar polisi datang tangkap. Jadi, waktu itu polisi sudah tahan tangannya. Lalu ketika mau dimasukkan ke mobil pick up, tiba-tiba dia lepaskan tangannya baru lari,” pungkas Pastor Brian.

Atas kejadian ini, umat Katolik di Kota Timika tampak geram. Sekitar pukul 09.30 WIT, sejumlah umat terlihat berbondong-bondong mendatangi Gereja Katedral Tiga Raja.

Mereka juga sempat memalang akses jalan raya sebagai bentuk kekesalan atas peristiwa pengrusakan patung Bunda Maria tersebut. Bahkan mereka mengancam akan tidur di jalan raya depan gereja hingga pelaku benar-benar ditangkap.

Aparat kepolisian, dalam hal ini Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, pun sempat menemui Pastor Paroki Tiga Raja, Pastor Amandus Rahadat, Pr., di rumah pastoran.

Saat itu Pastor Amandus meminta agar kepolisian secepatnya menangkap pelaku agar hal-hal lain yang tidak diinginkan bersama tidak terjadi.

Pastor juga ikut menenangkan umatnya. Dia meminta agar umat bisa memberikan kepercayaan kepada pihak keamanan untuk menangani kasus ini dan segera menangkap pelaku.

“Saya sangat memahami kamu punya perasaan. Persaan kamu itu juga saya punya persaan, sama. Tetapi kita percayakan kepada pihak kepolisian karena tadi Kapolres sudah berjanji, bahkan permintaan dari pemuda Katolik, bahwa hari ini dia (pelaku) sudah harus ditangkap,” tutur Pastor Amandus kepada para umat di depan rumah pastoran.

“Bahwa orang bilang dia (pelaku) gila, atau apa itu urusan menyusul tapi dia diamankan dulu untuk menenangkan emosi massa,” lanjut dia.

Di saat itu pun, pihak keluarga pelaku, Yohanes Kemong, sempat mendatangi Pastor Amandus dengan maksud baik mau menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca Juga :  Peringati Hari Disabilitas Internasional, SLB Negeri Mimika Gelar Pentas Seni

Namun, umat yang terlanjur geram langsung mengusirnya dan hampir melakukan tindakan yang berlebihan kepada keluarga pelaku.

“Jadi, kalau bisa kamu jangan ambil tindakan apapun dulu. Tadi saya sengaja amankan Yohanes Kemong biar kamu jangan pukul, itu nanti cerita lain lagi. Itu nanti kita mengalihkan masalah ini menjadi masalah pemukulan, apa lagi sampai dia setengah mati. Bukan saya lindungi tapi saya tidak mau terjadi perkara lain,” kata Pastor Amandus.

“Makanya saya amankan Kemong di sini itu supaya jangan kamu buat apa-apa dengan dia. Dia juga datang untuk menetralisir masalah. Jadi, sekali lagi jangan ribut dulu, kita serahkan kepada polisi akan bertindak secepatnya. Nanti setelah dia diamankan baru mulai dicari tahu, mau bilang dia gila kah, ada orang di belakang dia kah, atau apapun, kita akan tahu setelah dia tenang di tempat,” ujarnya menambahkan.

Tak berselang lama dari itu, pihak kepolisian mengabarkan kepada para umat dan sejumlah pastor yang masih berada di sekitar Gua Maria tersebut bahwa si pelaku telah ditangkap dan diamankan di Polsek Mimika Baru. Pelaku tersebut atas nama Yance Kemong.

Kapolres saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa secara resmi pihaknya telah menerima laporan terkait persoalan pengrusakan tersebut.

“Sudah tentu laporan itu pasti akan kita tindak lanjuti secara komprehensif. Jadi, untuk pelaku tadi tepat pukul 11.00 WIT, sudah berhasil kita amankan, memang secara sepintas terlihat agak mengalami gangguan. Akan tetapi kami belum bisa menyimpulkan karena itu perlu pendalaman yang lebih mendalam,” jelas Kapolres saat ditemui di Polsek Mimika Baru.

“Kami akan kordinasi dengan pihak rumah sakit jiwa untuk nanti kami datangkan ahli ke sini melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Dan pada kesempatan ini, saya selaku Kapolres meminta kepada jemaat untuk tidak terprovokasi. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk nanti bagaimana kasus ini menjadi terang,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga
GPKAI Timika Gelar Seminar Paskah, Bahas Makna Penyaliban Yesus
Ribuan Umat Meriahkan Pawai Obor Fajar Paskah 2026 di Mimika
Waspada Penipuan Haji di Mimika, Modus Percepatan Berangkat Rugikan Jemaah

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:50 WIT

Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 20:29 WIT

Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP

Rabu, 15 April 2026 - 19:26 WIT

Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika

Selasa, 7 April 2026 - 19:42 WIT

Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT