Jam Sekolah di Mimika Dikurangi Selama Bulan Suci Ramadhan

Endy Langobelen

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas belajar mengajar di salah satu kelas SD Yapis Al-Furqon Timika, Jumat (7/3/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

i

Aktivitas belajar mengajar di salah satu kelas SD Yapis Al-Furqon Timika, Jumat (7/3/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Dalam momen bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah tahun 2025, proses kegiatan belajar mengajar pada sejumlah sekolah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami perubahan.

Pantauan Galeripapua.com, rata-rata perubahan dimulai dari jam masuk maupun pulang sekolah hingga program pembelajaran yang diberikan pihak sekolah kepada para murid.

Seperti halnya di SMP Negeri 2 Mimika, jam masuk sekolah yang sebelumnya pukul 07.30 WIT, kini dalam masa puasa, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 08.00 WIT.

“Jam pulang (sekolah) juga agak sedikit cepat dari sebelumnya. Biasanya kan pulang pukul 13.30 WIT, sekarang anak-anak pulang pukul 12.30 WIT,” ujar Kepala SMPN 2 Mimika, Oktoviana Titahena, saat ditemui pada Kamis (6/3/2025).

Di samping itu, durasi jam pelajaran pun dikatakan lebih cepat 10 menit dari sebelumnya. Jika biasanya durasi jam pelajaran selama 40 menit, kini hanya 30 menit.

Sebagai informasi, SMP Negeri 2 memiliki jumlah murid sebanyak 1.120 anak didik. Meski dalam masa puasa, Oktoviana mengaku proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Persentase kehadiran pun tetap di angka 100 persen.

Baca Juga :  SK Kepengurusan KONI Mimika Sudah Ditetapkan, Pengukuhan Segera Dilaksanakan

“Tadi waktu masuk langsung proses belajar mengajar dan tetap bejalan dengan baik. Tidak ada hal-hal spesial ataupun apa. Memang yang terjadi perubahan itu hanya waktunya saja. Ya, kita pun turut menghargai siswa-siswi yang sedang berpuasa,” pungkasnya.

Di samping SMP Negeri 2, beberapa perubahan proses belajar mengajar pun terjadi di SD Yapis Al-Furqon Timika. Guru Kelas VB, Indah Arfianti, mengatakan perubahan dilakukan berdasarkan surat edaran dari pemerintah.

“Iya ada (perubahan) karena kan kita sesuaikan dari surat edaran pemerintah toh,” kata Indah saat ditemui di Ruang Guru SD Yapis Al-Furqon Timika, Jumat (7/3/2025).

Indah menjelaskan berdasarkan surat edaran, proses belajar mengajar di sekolah akan lebih fokus ke kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Misalnya selama Ramadhan itu kita fokusnya di kegiatan-kegiatan keagamaan kaya tadarus, pesantren kilat, dan sebagainya. Jadi, proses belajar mengajarnya itu berbeda dari hari-hari biasanya,” terangnya.

Dikatakan jumlah seluruh kelas sebanyak 15 kelas dengan total murid sebanyak 420. “Kelas I hingga IV masuk pagi, sedangkan Kelas III dan IV masuk siang,” ungkapnya.

Baca Juga :  PFA Harapan Baru Generasi Papua!

Jam masuk dan pulang sekolah pun berbeda selama masa puasa ini. Untuk kelas yang masuk pagi, sebelumnya masuk pukul 07.15 WIT, kini pukul 07.30 WIT. Sedangkan waktu pulangnya pukul 10.30 WIT dari yang sebelumnya pukul 11.40 WIT.

“Untuk kelas yang masuk siang, kalau sebelumnya mereka masuk pukul 11.00 – 15.30 WIT. Kalau sekarang di masa puasa, mereka masuk pukul 10-an sampai 13.00 WIT,” jelas Indah.

Selain itu, durasi jam pelajaran juga terdapat perubahan. Jika biasanya 35 menit, saat ini berubah menjadi 20-an menit per pelajaran.

Indah menyampaikan, perubahan-perubahan ini hanya berlaku selama bulan suci Ramadhan. “Ini cuma sampai liburan nanti. Setelah lebaran, normal kembali. Untuk liburnya, sesuai surat edaran yang baru sih tanggal 21 Maret 2025 sudah libur. Nanti tanggal 9 April 2025, sudah masuk sekolah lagi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Pascasarjana UNAIM Wamena Sukses Tuntaskan Lokakarya Asia Tenggara
TIFA Creative Berbagi Inspirasi Seni dan Budaya Papua di Kampus STIS Mutiara Tual
Nurhaidah Nawipa Pimpin 8 Istri Bupati Papua Tengah Tuntaskan PR Fondasi Pendidikan
20 Sekolah di Mimika Jadi Sasaran Program Revitalisasi, Bupati Sesalkan Hal Ini
IMPAS Education ke-13 Hadir di Mimika: Dorong Transformasi Digital di Tanah Papua
600 OAP dan Labeti di Mimika Ikuti Pelatihan Kerja, Disiapkan Jadi Tenaga Kompeten
Langkah Kecil Vera Kogoya, Menyalakan Terang Papua Tengah
Semangat Kemerdekaan di Panggung Puisi: Dinas Pendidikan Papua Tengah Gelar Lomba Baca Puisi untuk Generasi Muda

Berita Terkait

Minggu, 2 November 2025 - 11:10 WIT

Mahasiswa Pascasarjana UNAIM Wamena Sukses Tuntaskan Lokakarya Asia Tenggara

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:59 WIT

TIFA Creative Berbagi Inspirasi Seni dan Budaya Papua di Kampus STIS Mutiara Tual

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:17 WIT

Nurhaidah Nawipa Pimpin 8 Istri Bupati Papua Tengah Tuntaskan PR Fondasi Pendidikan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:39 WIT

20 Sekolah di Mimika Jadi Sasaran Program Revitalisasi, Bupati Sesalkan Hal Ini

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:49 WIT

IMPAS Education ke-13 Hadir di Mimika: Dorong Transformasi Digital di Tanah Papua

Berita Terbaru

Tiga eks anggota TPNPB-OPM yakni Kataw Kulua (26 tahun), Yaikinus Murib (23 tahun), dan Lois Murib (28 tahun), berikrar setia kepada NKRI.(Foto: Istimewa/Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya)

Hukrim

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Jan 2026 - 20:04 WIT