MIMIKA – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dipastikan tidak menghambat pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Mimika tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) memastikan seluruh jadwal tetap berjalan sesuai rencana.
Plt. Kepala Kantor Kemenhaj Mimika, Abdul Sakir, menyebut kepastian itu didapat setelah Wakil Menteri Haji dan Umroh berkoordinasi langsung dengan otoritas Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. “Delegasi Kemenhaj RI di Arab Saudi terus berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk menjamin keselamatan dan kelancaran jemaah. Intinya, jadwal pemberangkatan perdana nasional tetap 22 April 2026,” tegas Abdul Sakir, Senin (30/3/2026).
Di Mimika, persiapan keberangkatan telah mencapai 99 persen. Sebanyak 123 orang, 120 jemaah reguler dan tiga petugas pendamping telah menyelesaikan semua prasyarat, termasuk pelunasan biaya haji dan pemeriksaan kesehatan. Rentang usia jemaah pun luas, mulai 18 tahun hingga 90 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Mimika membagi keberangkatan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berangkat ke Embarkasi Makassar 30 April untuk jemaah yang ingin melakukan ziarah atau syukuran keluarga di Sulawesi Selatan. Gelombang kedua menyusul 10 Mei, langsung memulai proses karantina sebelum terbang menuju Jeddah pada 11 Mei pukul 13.00 WITA.
Sekretaris PPIHD Mimika, Iwan Ikhsan, menekankan fungsi lembaganya sebagai pelindung jemaah yang tidak terakomodasi anggaran pusat. “Kami memberikan layanan maksimal dari keberangkatan di daerah hingga mencapai embarkasi, seluruh biaya PPIHD bersumber dari APBD sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi warganya,” ujarnya.
Ketua PPIHD, Syahrudin Syarkani, menambahkan, seremonial pelepasan akan digelar di Gedung Eme Neme Yauware akhir April, diikuti pawai syiar keliling Kota Timika. “Pawai ini bukan sekadar seremoni, tapi syiar Islam dan doa restu masyarakat agar perjalanan spiritual jemaah aman dan mabrur,” pungkas Syahrudin.



















