Fasilitas Air Bersih di Pesisir Mimika Banyak Rusak, Pengelolaan Diubah

Ahmad

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kerusakan fasilitas air bersih di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi sorotan serius pemerintah daerah.

Sejumlah infrastruktur yang sebelumnya dibangun kini tidak lagi berfungsi optimal, sehingga menghambat akses masyarakat terhadap air layak konsumsi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, pada Senin (30/3/2026) pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyebut banyak fasilitas mengalami kerusakan setelah pengelolaannya diserahkan ke tingkat kampung dan distrik.

Menurutnya, model pengelolaan berbasis komunitas yang diterapkan sebelumnya tidak berjalan efektif karena keterbatasan biaya operasional dan kemampuan teknis di lapangan.

“Dalam perjalanan, ada sejumlah biaya operasional yang mereka tidak bisa cover ketika ada kerusakan atau trouble. Akhirnya, mereka mengembalikan penanganan itu ke PUPR,” ujar Inosensius, saat ditemui, Senin 30 Maret 2026.

Baca Juga :  BKPSDM Mimika Beri Diklat Prajabatan dan Orientasi bagi CPNS dan PPPK

Selain faktor operasional, kerusakan juga diperparah oleh aksi pencurian komponen penting pada fasilitas air bersih, khususnya yang menggunakan tenaga surya.

“Saya mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas yang ada. Di lapangan, aki hingga inverter dicuri. Bagaimana pompa bisa menyala tanpa itu? Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah fasilitas di berbagai titik pesisir tidak dapat berfungsi maksimal. Lokasi yang terdampak antara lain Potowaiburu, Kapiraya, Utamo, Puruka, Kokonao, Atuka, Manasari, dan Nayaro, yang tersebar dari Distrik Mimika Barat Jauh hingga Mimika Tengah.

Untuk mengatasi kerusakan yang terjadi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus guna melakukan perbaikan pada fasilitas-fasilitas tersebut.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mengubah sistem pengelolaan dengan menggandeng pihak profesional, yakni PT Freeport Indonesia dan Koperasi Maria Bintang Laut. Langkah ini diambil agar penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Bergerak ke Lokasi Jatuhnya Helikopter PK IWS di Jila

“Kita tidak akan serahkan lagi ke desa atau distrik. Kita serahkan ke pengelola profesional yang menempatkan mekanik di lokasi. Jadi, jika terjadi gangguan, bisa langsung ditangani,” tambah Inosensius.

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, pemerintah juga mulai membangun fasilitas air bersih baru dengan sistem desalinasi di Ipaya. Berbeda dari sebelumnya, pengelolaan fasilitas ini akan langsung dilakukan oleh pihak ketiga sejak awal operasional.

Dengan perubahan strategi ini, pemerintah berharap permasalahan kerusakan fasilitas air bersih di wilayah pesisir dapat teratasi, sekaligus menjamin layanan air bersih yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini
PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa
Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen
Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif
Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber
Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai
36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua
Hari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIT

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:16 WIT

PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:11 WIT

Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:54 WIT

Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:34 WIT

Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber

Berita Terbaru