Home / DPR

Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Komisi II, Araminus Omaleng, berkunjung ke salah satu resort yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), di Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Komisi II, Araminus Omaleng, berkunjung ke salah satu resort yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), di Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026). (Foto: Istimewa)

NABIRE – Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Komisi II, Araminus Omaleng, melakukan kunjungan langsung ke salah satu resort yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), di Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap perkembangan usaha masyarakat lokal, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan di Papua Tengah.

Dalam kunjungannya, Araminus melihat secara langsung kondisi resort, lingkungan sekitar, serta aktivitas pengelolaan usaha yang dilakukan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran usaha pariwisata yang dibangun dan dikelola oleh Orang Asli Papua dinilai memiliki nilai penting karena bukan hanya membuka ruang ekonomi, tetapi juga menunjukkan kemampuan masyarakat Papua untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan potensi daerahnya sendiri.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng, menaruh perhatian pada penguatan sektor ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Bakar Batu Dukung AIYE, Warga SP2: Anak Mimika Harus Jadi Tuan di Negerinya Sendiri

Menurutnya, usaha-usaha lokal seperti resort, penginapan, wisata alam, perikanan, pertanian, UMKM, dan berbagai sektor produktif lainnya perlu mendapatkan ruang untuk bertumbuh sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi di tanahnya sendiri.

“Orang Papua harus diberikan ruang dan kesempatan untuk membangun serta mengelola potensi yang ada di tanahnya sendiri. Ketika masyarakat berani membangun usaha seperti ini, kita perlu hadir, melihat langsung, mendengar kebutuhan mereka, dan mendorong agar usaha tersebut dapat berkembang lebih maju,” ujarnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat berbagai potensi maupun tantangan yang dihadapi pengelola usaha lokal.

Bagi Araminus, pembangunan ekonomi Papua Tengah perlu bergerak dari masyarakat dengan memperkuat pengusaha lokal, membuka kesempatan kerja, serta menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem usaha yang memberikan keberpihakan dan kesempatan lebih luas bagi pengusaha Orang Asli Papua.

Baca Juga :  Disambut Tarian Suku Asmat, Ganjar Pranowo Mulai Kampanye Perdananya di Merauke

“Papua memiliki alam yang luar biasa dan masyarakat yang mampu mengelolanya. Tugas kita adalah memastikan potensi itu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Papua sendiri. Dari usaha-usaha lokal seperti inilah kemandirian ekonomi Papua harus terus kita bangun,” kata Araminus.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, Araminus Omaleng berharap semakin banyak masyarakat Orang Asli Papua yang berani menjadi pelaku usaha dan mengembangkan potensi daerah, terutama pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perikanan, pertanian, dan UMKM.

Papua tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan kemandirian ekonomi masyarakatnya.

Orang Papua harus menjadi tuan di atas tanahnya sendiri—bukan sekadar menyaksikan pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama yang menentukan masa depan ekonomi Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika
Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika
Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA
Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika
Fraksi Gerindra: Penghargaan Koperasi Awards Buat Mimika Tak Sesuai Realita Lapangan
DPRK Soroti Sengketa Tanah di Mimika: Jangan BPN Dimanfaatkan Mafia Tanah
Fraksi Gerakan Bersatu Desak Pemkab Mimika Wajibkan Perusahaan Prioritaskan OAP
Fraksi Eme Neme Yauware Desak Puskesmas 24 Jam dan Soroti Krisis Air Bersih di Mimika

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:03 WIT

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 23:43 WIT

Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 22:52 WIT

Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA

Sabtu, 26 September 2026 - 19:11 WIT

Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIT

Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Berita Terbaru

Kebakaran hutan terjadi di kawasan pegunungan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Facebook Anak Tambang Papua)

Peristiwa

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:19 WIT