MIMIKA – Kepala Suku Benyamin Magai yang menaungi wilayah Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak menyerukan pentingnya menahan diri dan menjaga keamanan wilayah di tengah konflik yang masih berlangsung khususnya di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Imbauan tersebut disampaikan Benyamin Magai kepada seluruh keluarga besar Kiwak dan Magai yang berada di Kwamki Narama agar tidak terpancing emosi dan tidak memperpanjang konflik yang hingga kini masih menimbulkan korban dari kedua belah pihak.
“Saya mengimbau seluruh keluarga Kiwak dan Magai yang ada di Kwamki Narama agar tetap menjaga keamanan dan tidak terpancing emosi,” ujar Benyamin Magai, Selasa (23/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini, situasi belum aman karena korban dari keluarga Dag dan Newenggalen belum seimbang, yaitu 2 orang dari keluarga Dag dan 4 orang dari keluarga Newenggalen. Jangan sampai konflik ini terus berlanjut,” imbuhnya.
Menurutnya, kondisi keamanan di Kwamki Narama masih rawan karena ketegangan antarkelompok belum sepenuhnya mereda.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga ketertiban dan menghindari aksi balasan menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.
Imbauan tersebut disampaikan bertepatan dengan kegiatan masak dan makan bersama dalam rangka menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan itu dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan upaya mempererat tali persaudaraan di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Benyamin Magai juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena telah membantu merenovasi rumah kami, memberikan babi, serta membantu biaya pengobatan anak saya yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat akibat menjadi korban perang suku di Kwamki,” tambahnya.
Diketahui, anak Benyamin Magai merupakan salah satu korban dalam peristiwa perang suku di Distrik Kwamki Narama dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Melalui momentum Natal dan Tahun Baru, Benyamin Magai berharap seluruh pihak dapat mengedepankan nilai perdamaian, menghentikan kekerasan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Distrik Kwamki Narama.










