Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua

Ahmad

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Bupati Puncak, Willem Wandik, dalam momen perdamaian di Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Eks Bupati Puncak, Willem Wandik, dalam momen perdamaian di Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Perdamaian konflik adat yang berlangsung hampir empat bulan di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya regulasi khusus penanganan konflik adat di Tanah Papua.

Mantan Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, menegaskan perlunya percepatan perumusan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) sebagai dasar hukum dalam penanganan konflik adat yang kerap berujung kekerasan.

Saat ditemui pada Senin (12/1/2026), Willem Wandik mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian konflik Kwamki Narama hingga tercapai perdamaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi tersebut disampaikannya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak, jajaran Forkopimda, serta masyarakat adat dari kedua belah pihak yang berkonflik.

Baca Juga :  Bara Semangat Pegiat Skateboard Timika di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Meski mengapresiasi jalur perdamaian adat, Wandik menekankan pentingnya penegakan hukum positif agar konflik serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“Harapan saya ke depan ini tidak hanya seperti ini saja. Kita harus ada penegakkan hukum positif,” kata Willem Wandik.

Menurutnya, penegakan hukum tidak dapat berjalan efektif tanpa dasar hukum yang kuat dan spesifik. Oleh karena itu, ia mendorong agar Perdasus segera dibahas dan dirumuskan secara serius oleh Pemerintah Provinsi, Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP), serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Wandik menilai konflik adat atau perang suku merupakan realitas sosial-budaya yang telah melekat secara turun-temurun di Tanah Papua.

Bagi masyarakat adat, terutama di wilayah pegunungan, konflik adat memiliki dimensi spiritual yang kerap sulit dipahami oleh pihak luar.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Papua Tolak Alih Status 486 Ribu Hektar Hutan di Papua Selatan

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dalam konteks Papua hari ini, konflik berkepanjangan tidak lagi relevan dan justru mengancam keberlangsungan Orang Asli Papua (OAP).

“Oleh karena itu, harapan saya kenapa sampai saya bilang didorong Perdasi dan Perdasus itu kenapa? Karena harus beri efek jera,” ujar Wandik.

Ia menambahkan, regulasi khusus tersebut harus memberikan kewenangan yang jelas kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas apabila konflik adat kembali terjadi.

“Besok itu harus ada kajian tentang perdasi dan perdasus itu, supaya kekuatan ini diberikan kepada penegak hukum, sehingga berdasarkan ini bisa langsung proses hukum,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:39 WIT

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT