Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Endy Langobelen

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

MERAUKE — Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 yang resmi dibuka pada Jumat (30/1/2026) di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, diwarnai aksi spontan umat Katolik dan Kristen Protestan yang tergabung dalam Solidaritas Merauke.

Aksi tersebut diikuti perwakilan masyarakat adat dari sejumlah kampung di Distrik Ngguti dan Kaptel, serta aktivis dan mahasiswa.

Aksi berlangsung damai di lokasi sidang yang juga dihadiri sejumlah pejabat publik, di antaranya Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, dan Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi itu, Solidaritas Merauke menyerahkan surat pernyataan sikap yang menyoroti berbagai kebijakan negara, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, yang dinilai berdampak langsung terhadap perampasan ruang hidup masyarakat adat dan kerusakan ekologi.

Surat pernyataan tersebut dibacakan langsung di hadapan Ketua Umum Majelis Pekerja Harian PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, dan disaksikan oleh para pejabat yang hadir.

Solidaritas Merauke meminta gereja-gereja di seluruh Indonesia untuk berani menemani, mendengarkan, serta berjuang bersama masyarakat adat yang menjadi korban PSN di Merauke.

Baca Juga :  Jubir OPM: Egianus Segera Kembali ke Nduga, Jangan Asal Perang Tanpa Komando

Untuk diketahui, sidang MPL-PGI 2026 sendiri mengusung tema “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran” (Efesus 5:8b–9), dengan subtema “Bersama-sama Mewujudkan Masyarakat Majemuk yang Pancasilais dan Berdamai dengan Segenap Ciptaan Allah.”

Pikiran pokok sidang menegaskan panggilan gereja untuk “Hiduplah sebagai Terang: Mewujudkan Ecclesia Domestica yang Memulihkan Kehidupan Bangsa dan Merawat Ciptaan.”

Dalam konteks itulah, Solidaritas Merauke menilai gereja memiliki tanggung jawab moral dan profetik untuk bersuara atas ketidakadilan struktural yang dialami masyarakat adat akibat PSN.

Tujuh Tuntutan Solidaritas Merauke

Dalam surat pernyataan yang disampaikan, Solidaritas Merauke mengajukan sejumlah tuntutan kepada PGI dan seluruh denominasi gereja di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. Semua denominasi gereja di bawah PGI wajib mendoakan perjuangan para korban PSN Merauke dalam setiap doa syafaat gereja.
  2. Gereja diminta mendoakan Presiden dan seluruh jajaran kementerian agar mengevaluasi serta menghentikan total seluruh PSN Merauke yang merampas ruang hidup masyarakat adat dan memicu konflik horizontal.
  3. Mendoakan Majelis Rakyat Papua Selatan, DPR Papua Selatan, dan DPRK agar diberi keberanian untuk bersuara membela hak-hak masyarakat adat yang selama ini terkesan diabaikan.
  4. Meminta pimpinan denominasi gereja untuk menyuarakan dari mimbar gereja pentingnya penyelamatan keutuhan ciptaan Allah, serta menolak proyek nasional yang merampas tanah adat dan mengeksploitasi hutan secara berlebihan.
  5. Memanggil pimpinan denominasi gereja di Merauke, Asmat, Boven Digoel, dan Mappi untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah dalam mengevaluasi proyek-proyek yang menimbulkan konflik dan berpihak kepada korban.
  6. Secara khusus meminta pimpinan PGI untuk menyurati Presiden Prabowo agar mengevaluasi dan menghentikan PSN Merauke serta memulihkan hak-hak masyarakat adat di Wanam, Jagbob, Tanah Miring, Nakias, dan wilayah lain yang mengalami penggusuran paksa.
  7. Mengajak seluruh pimpinan denominasi gereja di bawah naungan PGI untuk bersatu mendukung korban PSN Merauke dan menyuarakan keadilan secara bersama-sama.
Baca Juga :  Keluarga Korban Lakalantas Blokade Jalan di Check Point 28 Mimika

Solidaritas Merauke menegaskan bahwa keterlibatan pemimpin agama merupakan bagian dari solidaritas kemanusiaan dalam membela keadilan, menyuarakan kebenaran, serta membebaskan umat dari penindasan, kekerasan, dan perampasan alam yang terus terjadi di tanah Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Papua Merauke Desak Presiden Terima Sikap PGI dan Hentikan PSN
Dari Merauke, PGI Tegas Menolak PSN dan Militerisasi di Papua Selatan
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:43 WIT

LBH Papua Merauke Desak Presiden Terima Sikap PGI dan Hentikan PSN

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:47 WIT

Dari Merauke, PGI Tegas Menolak PSN dan Militerisasi di Papua Selatan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT