MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 tingkat Distrik Mimika Baru.
Forum strategis tersebut resmi dibuka di Ballroom Hotel Kanguru, Timika, Papua Tengah, Kamis (5/3/2026), dan menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial, melainkan instrumen vital dalam memastikan proses pembangunan berjalan partisipatif, terukur, dan akuntabel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Forum ini menjadi wadah strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kampung hingga distrik guna memastikan bahwa setiap program dan kegiatan pembangunan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan rill masyarakat di wilayah distrik Mimika Baru,” tegas Ananias saat membacakan sambutan Bupati.
Sebagai distrik dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi, Mimika Baru memiliki posisi strategis dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Potensi SDM dan SDA yang melimpah dinilai menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Namun demikian, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan klasik yang masih dihadapi.
Pemerataan infrastruktur dasar, peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga optimalisasi pelayanan publik menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan secara bertahap dan terencana.
Dalam arahannya, Bupati Mimika melalui sambutan yang dibacakan Ananias Faot, menginstruksikan agar penyusunan skala prioritas benar-benar berbasis data dan kondisi lapangan, bukan sekadar daftar keinginan.
Ada lima poin utama yang ditekankan dalam Musrenbang kali ini. Pertama, prioritas terukur, yakni program harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan keinginan sesaat.
Kedua, kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi lokal untuk mendorong ekonomi kreatif dan UMKM.
Ketiga, peningkatan kualitas SDM dengan penguatan sektor pendidikan dan layanan kesehatan dasar.
Keempat, percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung guna meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.
Kelima, sinergi lintas sektor dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pihak swasta.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Mimika Baru tidak lagi hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas manusia.
Forum Musrenbang ini turut dihadiri Kepala Distrik Mimika Baru beserta jajaran, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, para kepala kampung, serta tokoh adat, agama, perempuan, dan pemuda. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang diharapkan mampu melahirkan program-program yang tepat sasaran.
Melalui Musrenbang RKPD 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap seluruh usulan yang dirumuskan benar-benar selaras dengan visi besar daerah, yakni mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Distrik Mimika Baru.









