OPM Klaim Tembak Mati Dua Intelijen di Yahukimo, TNI Bantah: Korban Adalah Warga Sipil

Endy Langobelen

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa pembunuhan oleh TNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo terhadap dua orang di wilayah pertambangan emas ilegal, Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video dari TPNPB-OPM)

i

Peristiwa pembunuhan oleh TNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo terhadap dua orang di wilayah pertambangan emas ilegal, Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video dari TPNPB-OPM)

YAHUKIMO – Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim pihaknya menembak mati dua agen intelijen militer Indonesia di wilayah pertambangan emas ilegal, Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Namun, TNI membantah klaim tersebut dan menegaskan kedua korban merupakan warga sipil pendulang emas.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Galeripapua.com, Minggu (21/9/2025), juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan aksi itu dilakukan oleh pasukan Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka.

“Pasukan khusus dari Batalion Sisibia, Kanibal dan Yamue telah melakukan penembakan terhadap dua agen intelejen militer pemerintah Indonesia di Yahukimo pada hari Minggu, 21 September 2025 siang tepat berada di pertambangan emas ilegal di wilayah operasi TPNPB di Korowai,” kata Heluka dalam laporan yang diteruskan Sebby Sambom.

Menurutnya, sebelum dieksekusi, kedua korban lebih dulu ditangkap dan diinterogasi.

Baca Juga :  CEK FAKTA: 'Awan Jatuh’ di Oksibil Ternyata Busa Latihan Pemadam Bandara

“Mereka mengaku bahwa mereka terlibat sebagai Komcad dan Banpol yang pernah dididik dari luar dan pernah mendapatkan materi intelejen dari Panglima Kodam XVII Cenderawasih di Jayapura lalu dikirimkan ke wilayah zona merah untuk menjadi agen intelejen militer Indonesia di Tanah Papua,” ujar Heluka.

TPNPB juga memperingatkan agar aparat Indonesia tidak menyamar sebagai warga sipil, termasuk pendulang emas, ojek, hingga pedagang, di wilayah operasi mereka.

“TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua siap eksekusi seluruh agen intelejen militer pemerintah Indonesia yang menyamar,” tegasnya.

TNI Bantah Klaim OPM

Menanggapi klaim tersebut, TNI menegaskan bahwa korban penembakan bukanlah intelijen maupun prajurit.

“Menurut informasi yang diperoleh bahwa OPM telah membunuh dua warga sipil. Namun dapat dipastikan kedua korban bukan prajurit TNI, serta bukan intelijen militer,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  Pj Sekda Mimika Sebut Kerusuhan di Wakia Karena Ilegal Mining dan Tapal Batas

Ia menyebut klaim OPM sebagai upaya menyesatkan publik.

“Klaim OPM merupakan berita yang menyesatkan, tidak benar/hoaks, sebagai pembenaran untuk membunuh warga sipil, karena sejatinya OPM adalah penjahat kemanusiaan,” ujarnya.

Candra menambahkan, pihaknya masih menelusuri kronologi kejadian lantaran keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi.

Pertentangan Narasi yang Bertolak Belakang

Insiden ini menambah daftar panjang klaim yang saling bertolak belakang antara TPNPB-OPM dan TNI terkait konflik di Papua.

Di satu sisi, OPM menyebut aksi mereka menargetkan aparat atau intelijen yang menyamar, sementara aparat keamanan menegaskan korban-korban tersebut adalah warga sipil.

Hingga kini belum ada keterangan independen yang dapat memverifikasi secara pasti identitas dua korban penembakan di Korowai.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT