Home / DPR

Pilkada 2024, MRP Minta Masyarakat Tahan Diri dan Tak Saling Provokasi

Endy Langobelen

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses tahapan Pilkada serentak 2024 berlangsung.

Dia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menahan diri dan tidak terprovokasi oleh kabar miring atau isu-isu yang dapat menimbulkan konflik.

“Kita harus memberikan kepercayaan kepada penyelenggara, KPU maupun Bawaslu, mulai dari tingkat kampung, distrik, bahkan kabupaten dan provinsi. Mereka ini lembaga independen dan mereka harus melaksanakan ini sesuai amanat undang-undang,” katanya saat ditemui di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Selasa (3/12/2024).

“Jadi, tidak boleh kita diprovokasi oleh pihak manapun tetapi kita menahan diri dan memberi kepercayaan sepenuhnya kepada penyelenggara sehingga betul-betul proses ini bisa berjalan dengan baik dan hasil yang ditetapkan bisa memuaskan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepada para kandidat beserta tim sukses, Agustinus mengingatkan agar tidak saling memprovokasi hingga menciptakan persoalan yang tidak diinginkan bersama.

“Provinsi Papua Tengah harus bisa menyukseskan pesta demokrasi ini dengan situasi yang aman dan terkendali. Saya harap hal ini dapat diperhatikan. Terutama tim-tim sukses, kita harus sama-sama menahan diri,” tutur Agustinus.

Dari pengamatannya sejauh ini, Agustinus menilai proses tahapan yang telah dan sedang berlangsung secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Puluhan Personel Polda Papua Perkuat Polres Dogiyai

“Saya pikir prosesnya sudah bagus, cuma ada satu kabupaten yang sedang konflik yaitu di Kabupaten Puncak Jaya. Harapan kami agar konflik itu tidak boleh berkelanjutan tapi segera dihentikan. Kita minta dan juga mendorong betul aparat keamanan supaya menertibkan penegakan hukum agar hal-hal yang negatif itu dihentikan sehingga proses ini tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Sebagai lembaga kultural, MRP Papua Tengah, kami harap supaya kita betul-betul menciptakan suasana yang damai di dalam lingkungan kita, masyarakat kita, dan juga kabupaten maupun Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika
Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika
Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA
Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika
Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Fraksi Gerindra: Penghargaan Koperasi Awards Buat Mimika Tak Sesuai Realita Lapangan
DPRK Soroti Sengketa Tanah di Mimika: Jangan BPN Dimanfaatkan Mafia Tanah
Fraksi Gerakan Bersatu Desak Pemkab Mimika Wajibkan Perusahaan Prioritaskan OAP

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:03 WIT

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 23:43 WIT

Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 22:52 WIT

Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA

Sabtu, 26 September 2026 - 19:11 WIT

Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIT

Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT