MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperketat pengawasan distribusi bahan pokok dan mengatur jam operasional kafe selama bulan puasa hingga menjelang Hari Raya.
Kasat Satpol PP Mimika, Rony Marjen, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran pemerintah daerah terkait pengawasan distribusi bahan pokok dan aktivitas usaha selama Ramadan.
Ia menegaskan, dalam surat edaran tersebut telah diatur secara jelas larangan bagi toko, grosir, distributor, dan pedagang sembako untuk tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Surat edaran itu jelas, selama bulan puasa kami mengimbau kepada toko-toko, grosir, sembako untuk tidak menimbun barang yang bisa memicu kenaikan harga jelang hari raya,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPKAD Mimika, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Senin (23/2/2026).
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, Satpol PP membentuk tim gabungan yang melibatkan unsur teknis lain, termasuk kepolisian dan aparat kewilayahan.
“Kami punya tim gabungan. Area sudah saya bagi dan selama bulan puasa sudah ada penanggung jawab di masing-masing wilayah. Nanti kami koordinasi dengan teman-teman teknis lain, termasuk dari Polri dan Babinsa,” jelasnya.
Rony menekankan bahwa pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Ia meminta partisipasi aktif masyarakat dan insan pers untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Kalau teman-teman dapat bukti atau dokumentasi, silakan laporkan ke kami. Bisa juga langsung japri saya. Teman-teman wartawan juga tahu nomor saya,” tegasnya.
Terkait sanksi, ia menyebut telah diatur secara tegas dalam edaran tersebut, mulai dari sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
Bahkan, jika ditemukan unsur pidana, proses hukum tetap akan ditempuh dengan berkoordinasi bersama kepolisian.
“Sanksinya jelas. Penutupan, pencabutan izin. Kalau memang memungkinkan untuk dipidana, tetap dipidana. Kita sesuaikan dengan aturan dan berkoordinasi dengan Polres,” katanya.
Jam Operasional Kafe Dibatasi
Selain pengawasan sembako, Satpol PP juga menegaskan pengaturan jam operasional tempat usaha, khususnya kafe yang menjual minuman beralkohol. Rony membedakan secara tegas antara coffee shop dan kafe.
“Kalau minum kopi, saya juga biasa minum kopi. Coffee shop dengan kafe itu beda. Kafe yang menjual minuman keras atau campuran alkohol diatur jam operasionalnya,” ujarnya.
Berdasarkan edaran, kafe atau toko yang menjual minuman beralkohol hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 22.00 hingga 02.00 WIT. Di luar jam tersebut, tempat usaha wajib tutup.
“Jam 10 malam sampai jam 2 (subuh). Kalau melanggar sesuai edaran, izin usaha bisa dicabut. Bahkan bisa dipidana,” tegasnya.
Meski demikian, hingga memasuki minggu pertama Ramadan, Satpol PP masih mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada para pelaku usaha.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok serta menciptakan suasana yang kondusif dan saling menghormati selama bulan suci di Kabupaten Mimika.









