Koperasi Merah Putih Atuka Jadi Pilot Project Penguatan Ekonomi Pesisir Mimika

Kevin Kurni

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Retob, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat menyampaikan sambutan dalam Peresmian Koperasi Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah. (Foto: Istimewa)

Bupati Mimika, Johannes Retob, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat menyampaikan sambutan dalam Peresmian Koperasi Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Peresmian Koperasi Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah pesisir lainnya di Mimika.

Peresmian koperasi dilakukan oleh Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Kamis (9/4/2026), dan turut dihadiri Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Gubernur Papua Tengah, serta jajaran Forkopimda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Johannes menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah pusat di wilayah pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur.

“Kunjungan ini menjadi kehormatan besar bagi masyarakat Atuka. Kehadiran pemerintah pusat di kampung seperti ini memberi semangat baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Mimika memiliki karakteristik wilayah yang kompleks, mulai dari pegunungan, perkotaan, hingga kawasan pesisir dengan banyak delta dan akses terbatas.

Baca Juga :  OPD di Mimika Ikut Bimtek Penyusunan Register Risiko

Menurutnya, luas wilayah Mimika mencapai sekitar 21.000 kilometer persegi, dengan sejumlah kampung pesisir yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara maupun sungai.

“Jaraknya cuma 30 km, sebenarnya dari kota Timika kalau lurus lurus. Hanya karena harus lewat sungai, harus lewat laut Tidak ada jalan darat, jadi kita pakai helikopter atau Perahu,” katanya.

Johannes mengungkapkan, saat ini terdapat 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan seluruhnya telah berbadan hukum.

Namun demikian, baru satu gedung koperasi yang berhasil dibangun, yakni di Kampung Atuka.

“Bangunan koperasi baru satu di Atuka. Kami berharap ini menjadi pilot project yang bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila, Johannes Rettob Ajak Warga Mimika Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

Ia menegaskan, pembangunan gedung koperasi tersebut menggunakan anggaran daerah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberadaan koperasi di Atuka dinilai sangat strategis karena mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan. Koperasi diharapkan mampu menjadi pusat distribusi, pemasaran hasil tangkapan, sekaligus memperkuat ekonomi warga pesisir.

“Koperasi ini bisa membuat dampak ekonomi kita cukup besar. Masyarakat di sini mata pencariannya nelayan, hampir semua orang nelayan,” katanya.

Johannes juga mengungkapkan adanya peluang kerja sama lanjutan dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk pengembangan koperasi di Mimika.

“Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan. Mudah-mudahan ke depan ada tindak lanjut nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Koperasi Merah Putih di Atuka tidak hanya menjadi simbol program pemerintah, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak
Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU
Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah
Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen
Ikan Tongkol dari Fakfak Masuk Mimika Dipastikan Aman Konsumsi
Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10 WIT

Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:44 WIT

604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:20 WIT

Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:33 WIT

Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah

Berita Terbaru

Peserta dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayapura berfoto bersama usai Lomba Lintas Alam Cagar Alam Cycloop ke-1 di Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:15 WIT

Petugas kepolisian mengolah TKP di kamar nomor 02 Penginapan Sinar Ujung, Mimika, Papua Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026. Kamar itu menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan tewas di bawah tangga penginapan. Galeripapua/ Kevin Kurni

Hukrim

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV

Kamis, 27 Agu 2026 - 00:22 WIT