Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK

Endy Langobelen

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. (Foto: Dok. Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. (Foto: Dok. Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

YAHUKIMO – Seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dikabarkan gugur saat menjalankan tugas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Korban atas nama Brigpol Fredi Lukas Awes, yang merupakan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz-2026, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Galeripapua.com, dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIT di kawasan Kompleks Jalan Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menerima laporan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Yon B Polda Papua langsung bergerak melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. Saat ini, almarhum telah disemayamkan di rumah duka.

Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andri Alam, mengatakan tim gabungan langsung melakukan langkah-langkah kepolisian untuk mengungkap pelaku.

Baca Juga :  Konvoi Bus PT Freeport Indonesia Diadang Rentetan Tembakan di MP 60 Mimika

“Petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna mengungkap pelaku beserta motif di balik peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Brigpol Fredi Lukas Awes yang meninggal saat menjalankan tugas negara.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya salah satu personel terbaik Polri dalam menjalankan tugas negara. Pengabdian almarhum merupakan wujud dedikasi dan loyalitas dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Faizal.

“Kami memastikan peristiwa ini akan ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Seluruh langkah penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” imbuhnya.

Baca Juga :  Operasi Damai Cartenz di Papua Diperpanjang, Fokus Utama KKB dan KKP

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan tim gabungan masih terus mengembangkan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti, mendalami keterangan saksi, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Kami berkomitmen mengungkap secara menyeluruh pelaku maupun motif dalam peristiwa ini. Seluruh proses dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku sekaligus mengusut motif di balik penganiayaan yang menewaskan Brigpol Fredi Lukas Awes.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya
Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika
Pelajar di Mimika Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Usut Penyebab Kematian
TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat
Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup
Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika
Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap
Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:43 WIT

Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:18 WIT

Pelajar di Mimika Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Usut Penyebab Kematian

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:53 WIT

TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup

Berita Terbaru

Kebakaran hutan terjadi di kawasan pegunungan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Facebook Anak Tambang Papua)

Peristiwa

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:19 WIT