Tapal Batas Kapiraya, Kepala Suku Mee dan LMA Kamoro Sepakat Dorong Penyelesaian Adat

Ahmad

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Kepala Suku Besar Mee Papua Tengah, Melkias Moyapa, dengan Ketua LMA Suku Kamoro Yohanis Boyau beserta jajaran usai konferensi pers di Pua-Pua Kafe, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Kamis (19/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Foto bersama Kepala Suku Besar Mee Papua Tengah, Melkias Moyapa, dengan Ketua LMA Suku Kamoro Yohanis Boyau beserta jajaran usai konferensi pers di Pua-Pua Kafe, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Kamis (19/2/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kepala Suku Besar Mee Papua Tengah, Melkias Moyapa, bersama jajarannya menemui perwakilan masyarakat adat Suku Kamoro di Mimika, Kamis (19/2/2026), dalam rangka mempercepat penyelesaian persoalan tapal batas di Kapiraya.

Pertemuan berlangsung bersama Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Kamoro, Yohanis Boyau, serta dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Suku Kamoro.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyamakan persepsi dan menyatukan komitmen untuk mewujudkan perdamaian di Kapiraya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai pertemuan, Melkias Moyapa dalam konferensi pers menyampaikan bahwa para pihak mengusulkan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adat.

Ia meminta pemerintah di tiga kabupaten, yakni Mimika, Deiyai, dan Dogiyai, segera menentukan waktu untuk mempercepat proses penanganan persoalan tersebut.

“Kami minta pemerintah agar segera tentukan waktu untuk mempercepat proses penanganan kasus ini,” kata Melkias.

Baca Juga :  Hari HAM Sedunia, Massa Aksi di Mimika Siap Geruduk Kantor DPRK

Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengawal langkah pemerintah dalam mewujudkan perdamaian di Kapiraya.

Menurutnya, tim yang telah dibentuk oleh pemerintah di tiga kabupaten diharapkan dapat bekerja sama dengan para pemangku adat, mengingat persoalan tersebut merupakan persoalan adat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LMA Suku Kamoro, Yohanis Boyau, juga meminta Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai agar segera menyelesaikan persoalan di Kapiraya.

Ia mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan para pemuka adat, baik tokoh masyarakat adat maupun kepala-kepala suku sebagai representasi masyarakat adat dalam penyelesaian persoalan tersebut.

“Kami kepala-kepala suku sudah bersedia, sudah standby tinggal tunggu petunjuk dari pemerintah kita bergerak ke Kapiraya untuk menyelesaikan masalah kedua belah suku di Kapiraya,” ujarnya.

Kepala Suku Besar Meepago, Deki Tenoye, juga meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan tapal batas Kapiraya agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Baca Juga :  Pencaker OAP di Mimika Tuntut Diloloskan Seleksi CPNS Tanpa Syarat

Ia juga mendorong agar pemerintah tiga kabupaten dapat bekerja sama dengan para pemuka adat agar segera menyelesaikan persoalan di Kapiraya.

“Kami tidak mau ada persoalan-persoalan di Kapiraya sana di kemudian hari. Kami tidak punya kepentingan apa-apa, kami ingin perdamaian di sana,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Kapiraya, Fransisko Waukateyau, menyatakan pihaknya telah mengambil sikap untuk bertolak ke Kapiraya guna membantu menyelesaikan konflik yang ada.

Ia meminta dukungan pemerintah atas langkah tersebut karena perdamaian menjadi harapan masyarakat setempat.

“Kami juga meminta dari kedua masyarakat adat yaitu Mee dan Kamoro di Kapiraya agar menahan diri. Kami akan turun untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kehadiran Aparat Non-Organik Timbulkan Rasa Takut Masyarakat Papua
Aksi Front Rakyat Papua di DPRK Mimika, Soroti Otsus hingga Investasi
Sengketa Tapal Batas Kapiraya: Warga Tiga Kampung Dilaporkan Mengungsi
Kritikan Mahasiswa dan Pemuda di Tengah Pujian Capaian Positif JOEL Pimpin Mimika
Pengungsi Nduga Dinilai Terabaikan, Pemerintah Diminta Bertindak Serius
Kepala Suku Mee Tekankan Penyelesaian Adat Sengketa Batas Kapiraya
Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus
Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:04 WIT

Kehadiran Aparat Non-Organik Timbulkan Rasa Takut Masyarakat Papua

Selasa, 7 April 2026 - 22:38 WIT

Aksi Front Rakyat Papua di DPRK Mimika, Soroti Otsus hingga Investasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:12 WIT

Sengketa Tapal Batas Kapiraya: Warga Tiga Kampung Dilaporkan Mengungsi

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:22 WIT

Kritikan Mahasiswa dan Pemuda di Tengah Pujian Capaian Positif JOEL Pimpin Mimika

Senin, 23 Maret 2026 - 16:18 WIT

Pengungsi Nduga Dinilai Terabaikan, Pemerintah Diminta Bertindak Serius

Berita Terbaru

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, berkomunikasi dengan para pejabat usai apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pemerintahan

Wabup Mimika Tegur Pejabat Tahan Kendaraan Dinas Usai Mutasi

Senin, 13 Apr 2026 - 15:02 WIT

Salah satu toko penjual plastik di Kabupaten Mimika yang terdampak kenaikan harga bahan baku. Galeripapua/ Kevin Kurni

Ekonomi

Lonjakan Harga Plastik Tekan Usaha di Mimika

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:37 WIT

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 pada malam puncak pemilihan duta bahasa Papua di Kota Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:01 WIT