Terungkap Penyebab Mandeknya Pelayanan MBG di Mimika

Kevin Kurni

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi Satgas pelaksanaan MBG di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Rapat koordinasi Satgas pelaksanaan MBG di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Di tengah sorotan publik terhadap mandeknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sejumlah sekolah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terungkap fakta baru.

Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata telah dihentikan sementara operasionalnya karena masalah administrasi dan belum memenuhi standar lingkungan, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal itu disampaikan Koordinator Regional BGN Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, usai mengikuti rapat koordinasi Satgas pelaksanaan MBG di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nalensius menyebutkan bahwa saat ini, tinggal 7 SPPG yang aktif beroperasi dari total 18 unit yang sebelumnya beroperasi di Mimika.

Ia menegaskan, penghentian terhadap 11 SPPG tersebut bersifat sementara hingga pihak pengelola melakukan pembenahan sesuai standar yang ditetapkan.

“Jadi perlu ditegaskan juga kepada masyarakat bahwa itu bukan berhenti permanen, tapi hanya sementara sampai dengan mitra atau yayasan memperbaiki. Kemudian kita akan cek, jika sudah memenuhi prosedur dan syarat, maka akan dibuka kembali SPPG-nya,” jelasnya.

Baca Juga :  Menuju Kemandirian Gereja, GKI Paulus Timika Laksanakan Sidang Jemaat Pertama

Nalensius mengungkapkan, persoalan utama yang dihadapi sebagian besar SPPG adalah belum tersedianya IPAL yang layak, padahal aspek tersebut menjadi syarat penting dalam mendukung program berbasis kesehatan lingkungan. Selain itu, ada juga persoalan administrasi.

“Kendalanya itu IPAL. Tadi juga sudah saya paparkan dan dari 11 itu mayoritas IPAL kendalanya. Karena selain kita memberikan makan bergizi gratis, kita juga harus menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Temuan ini sekaligus memperkuat indikasi persoalan teknis yang sebelumnya dikeluhkan oleh siswa di Mimika terkait terhentinya layanan MBG.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sejumlah siswa SD Inpres Nawaripi mengaku tidak lagi menerima layanan MBG sejak awal April.

Untuk diketahui, secara keseluruhan, program MBG di Mimika telah menjangkau sekitar 40-an ribu penerima manfaat, meliputi peserta didik serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Kendati demikian cakupan layanan itu masih terbatas di empat distrik dari total 18 distrik di Mimika, yakni Mimika Baru, Wania, Mimika Timur, dan Kuala Kencana. Sementara 14 distrik lainnya belum tersentuh layanan karena belum memiliki fasilitas SPPG.

Baca Juga :  Tanamkan Rasa Nasionalisme, Kesbangpol Mimika Bagikan 1.500 Bendera Kepada Pelajar

“Makanya kita butuh dukungan support dari Satgas untuk kita lakukan percepatan akselarasi supaya pelayanan MBG itu secara merata di semua distrik yang ada di Kabupaten Mimika ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Nalensius menyampaikan bahwa Satgas MBG dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke seluruh SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih terkendala, serta ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

“Terkait rencana besok, itu merupakan bagian dari agenda Satgas untuk kita meninjau. Jadi dari SPPG ini, yang operasional maupun yang tidak operasional, serta kita juga langsung melakukan peninjauan kepada sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat,” ungkapnya

“(Tujuannya) supaya kita melihat secara riil karena Satgas juga sebelumnya belum pernah untuk melakukan kunjungan sehingga kita melakukan agenda ini,” imbuhnya.

Dia menegaskan, perbaikan terhadap 11 SPPG yang disetop sementara harus segera dilakukan oleh masing-masing pengelola agar layanan MBG dapat kembali berjalan optimal di Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki
Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu
SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa
Ribuan Pelajar Padati Hari Pertama Pendaftaran SMAN 1 Mimika, Sistem Antrean Membeludak

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:24 WIT

DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:34 WIT

Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:06 WIT

40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT