MIMIKA – Perum Bulog KC Timika menyalurkan sebanyak 279 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap III alokasi bulan Desember 2024 ke Kabupaten Nduga.
Dalam proses pengiriman beras bantuan pangan ini, Perum Bulog KC Timika bekerja sama dengan transporter dalam hal ini PT BGR Logistik Indonesia sebagai pihak yang menyalurkannya sampai ke Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Kepala Perum Bulog KC Timika, Riyadi Muslim, melalui Asisten Menejer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Perum Bulog KC Timika, Riki Jailani Iba, mengatakan bantuan pangan CBP telah berjalan sejak Januari 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya bantuan pangan ini sudah berjalan sepanjang tahun 2024 yang dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap I dan tahap II yang berjalan dari Januari sampai Juni dan itu sudah dilaksanakan,” kata Riki kepada Galeripapua.com.
“Saat ini, yang kita salurkan adalah tahap 3, untuk alokasi di bulan Agustus, Oktober, dan juga Desember 2024,” tambahnya.
Riki menyebutkan, Perum Bulog KC Timika sendiri melayani 3 kabupaten, yakni Kabupaten Mimika, Nduga dan Puncak.
Untuk total penyaluran pada tahap I dan tahap II sebanyak 5.281 ton. Sementara total penyaluran Tahap III per bulan untuk ketiga kabupaten sebanyak 870 ton atau 870.110 kilogram (kg).
Adapun rinciannya, 219.630 kg untuk Mimika, 279.360 kg untuk Nduga, dan 371.120 kg untuk Kabupaten Puncak.
Untuk wilayah Kabupaten Nduga sendiri, ungkap Riki terdapat sejumlah kendala dalam proses pengiriman. Sebab, pengiriman menggunakan transportasi laut yang melewati sungai sehingga proses pengiriman sangat bergantung pada debit air.
Jika debit air sungai sedang pasang, maka proses pengiriman dapat memakan waktu hingga 5 hari. Namun, bila air sungai surut maka dapat memakan waktu lebih lama.
“Tapi semoga perjalanan hari ini bisa tepat waktu sehingga bantuan ini bisa diterima oleh PBP di Kabupaten Nduga itu waktunya tepat. Apalagi di momen Nataru ya untuk tahun 2024,” kata Riki.
Riki melanjutkan, bantuan ini dikhususkan bagi masyarakat PBP karena sesuai peruntukannya bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat PBP. Nantinya, 1 PBP akan mendapatkan 10 kilogram untuk alokasi 1 bulan.
Sementara itu, untuk Kabupaten Mimika telah dilakukan penyaluran Tahap III sampai dengan bulan Desember. Sedangkan Kabupaten Puncak sendiri kata Riki baru disalurkan sebanyak 2 alokasi pada tahap III ini, karena terkendala transportasi.
Kata dia, satu-satunya transportasi yang dapat menjangkau daerah tersebut adalah transportasi udara. Penyaluran ke Kabupaten Puncak disesuaikan dengan pesawat yang digunakan dengan kapasitas muatan yang terbatas.
“Memang yang paling terkendala itu ke Kabupaten Puncak, beda kalau Kabupaten Nduga kan kita sekali muat bisa sampai 200 ton, kan banyak, kalau Puncak tidak ada alternatif lain,” tuturnya.
Kendati demikian, Perum Bulog KC Timika bersama PT BGR Logistik Indonesia akan terus melakukan upaya-upaya agar penyaluran bantuan pangan ke Kabupaten Puncak itu terus terlaksana.









