Defisit Rp600 Miliar Mengintai, Mimika Percepat Diversifikasi Ekonomi

Ahmad

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri. Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri. Papua/Ahmad)

MIMIKA – Stabilitas ekonomi Kabupaten Mimika tengah menghadapi ujian serius. Penurunan drastis produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) berdampak langsung pada pendapatan daerah dan memicu potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Rp600 miliar pada tahun anggaran 2026.

Tekanan fiskal ini terutama disebabkan oleh anjloknya Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor pertambangan. Dari proyeksi awal sebesar Rp1,9 triliun, realisasi kini diperkirakan hanya mencapai Rp1,1 triliun.

Kondisi tersebut kembali menegaskan tingginya ketergantungan ekonomi Mimika terhadap sektor ekstraktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan pemerintah daerah masih memiliki ruang fiskal untuk meredam dampak tersebut melalui pemanfaatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Polres Mimika Rapat Koordinasi Tangani Konflik Kwamki Narama

“Secara angka memang ada selisih, tapi SILPA kita masih cukup untuk menutupi,” tegas Johannes, Senin, 20 April 2026.

Di tengah tekanan tersebut, Pemkab Mimika mulai mempercepat langkah diversifikasi ekonomi. Strategi “jemput bola” dilakukan dengan membuka peluang pasar internasional melalui kerja sama dengan International Business Association (IBA) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Salah satu langkah konkret adalah rencana pembukaan kantor perwakilan di Batam yang diproyeksikan menjadi pintu ekspor bagi produk unggulan daerah.

Komoditas lokal seperti buah merah, kopi Papua, hingga kerupuk tambelo kini dipersiapkan untuk masuk ke pasar global. Upaya ini mulai menunjukkan progres setelah BNI 46 menjalin kontrak pasokan kopi dari Mimika.

Baca Juga :  Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis

Namun demikian, tantangan baru muncul pada sisi produksi dan kesinambungan pasokan.

“Produk kita mulai dilirik. BNI 46 bahkan sudah kontrak untuk kopi kita. Masalahnya sekarang tinggal kapasitas produksi. Permintaan tinggi, tapi kita harus pastikan stoknya rutin,” tambah Johannes.

Sementara itu, di tingkat masyarakat, tekanan ekonomi juga dirasakan melalui kenaikan harga kebutuhan pokok yang mencapai 15 persen. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya biaya logistik.

Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari faktor global, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dinamika geopolitik internasional.

“Ini fenomena internasional. Kami di daerah terus berupaya, tapi masyarakat juga harus melihat konteks globalnya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan
Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK
Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak
Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU
Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah
Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIT

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Jumat, 4 September 2026 - 15:19 WIT

Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10 WIT

Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:44 WIT

604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT