Lakalantas di Dogiyai Berujung Perkelahian hingga Penembakan

Endy Langobelen

Rabu, 18 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak tiga korban warga masyarakat dari pertikaian yang terjadi di Dogiyai, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Naftal Tipagau)

Tampak tiga korban warga masyarakat dari pertikaian yang terjadi di Dogiyai, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Naftal Tipagau)

DOGIYAI – Pertikaian antara warga masyarakat dan aparat kepolisian yang berawal dari peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) hingga penembakan dikabarkan terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Informasi tersebut beredar di beberapa akun Facebook, di antaranya akun atas nama Naftall Tipagau dan Knpb news. Kedua akun ini menaikkan unggahan yang berisikan narasi kronologi kejadian serta foto-foto korban yang terluka.

Disebutkan bahwa tiga orang warga sipil bernama Agustinus Kotouki, Alowisius Mote, dan Agustina Adii dipukul dan salah satu di antaranya ditembak oleh aparat Polres Dogiyai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan peristiwa itu bermula ketika seorang pemuda tunadaksa, Saverius Dogomo, disenggol oleh polisi hingga terjatuh di aspal pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 08.30 WIT.

“Dia (Saverius) adalah tunadaksa yang selalu bawa motor Mio dengan kekuatan tongkat kaki. Dia disenggol oleh dua anggota berpakaian preman,” tulis unggahan tersebut.

Akibat dari insiden itu, kedua polisi berpakaian preman itu pun dipukul oleh pemuda-pemuda yang ada di Pasar Moanemani.

“Kemudian rombongan polisi datang hingga kekacauan semakin meningkat. Akhirnya, Agustinus Kotouki dapat tembak dengan peluru oleh anggota Polres Dogiyai saat korban membela Saverius Dogomo. (Agustinus) lalu lari dengan keadaan kena peluru di pantat,” lanjut narasi tersebut.

Baca Juga :  Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Di samping itu, wajah Saverius pria difabel pun mengalami bengkak lantaran dipukul oleh para anggota polisi.

“Setelah itu, polisi pergi memanggil polisi lain di Polres Dogiyai lalu datang dengan mobil sabara, water cannon, hingga membuang gas air mata di sepanjang Pasar Moanemani dan ke arah masyarakat,” tulis kedua akun itu.

“Sementara salah satu ibu yang membela dia punya anak Agustinus Kotouki yang ditembak itu kena lemparan batu di testa (dahi). Ibu itu belum pastikan pelakunya,” sambungnya menjelaskan.

Disampaikan kericuhan ini terjadi hingga pukul 11.00 WIT. Pada saat itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Dogiyai, Benny Goo, turun ke lokasi kejadian dan mengamankan para pemuda yang terlibat pertikaian. Alhasil, kericuhan itu berhasil diredam.

“Pantauan Pemuda Katolik KomCab Dogiyai sore ini, (pihak) keamanan terus melakukan pengamanan di setiap mata jalan di Moanemani, Dogiyai, Papua Tengah,” tutup narasi tersebut.

Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pertikaian itu. Dia mengatakan anggotanya mengambil tindakan tegas lantaran para pemuda melakukan pemukulan terhadap anggota polisi.

“Kejadian berawal dari lakalantas. Kemudian sekelompok anak-anak muda justru membuat keributan dan bahkan anggota polres dipukul dengan balok dari belakang kena kepalanya sehingga aparat bertindak agak tegas terhadap kelompok orang-orang tersebut,” ujar Sarraju via pesan WhatsApp, Rabu (18/12/2024).

Baca Juga :  Datangi RSUD Mimika, Keluarga Almarhum Markus Kamisopa Pertanyakan Hasil Visum

Atas kejadian itu, kata Sarraju, terdapat korban luka dari pihak kepolisian serta seorang perempuan yang telah ditindaklanjuti.

Adapun korban yang dikabarkan tertembak dan dirawat di RSUD Paniai telah pergi sebelum dipastikan kejelasannya.

“Kami juga ingin perjelas tapi korbannya setelah dibawa ke RSUD Paniai, setelah operasi, langsung minta pulang, kesannya kabur,” kata Sarraju.

“Kami sudah datangi RSUD Paniai untuk menindaklanjuti kalau dia seandainya terindikasi bagian dari pelaku yang akan ada proses hukum. Tapi kalau memang ada unprosedur, silakan melaporkan untuk tindak lanjut. Tetapi yang bersangkutan juga kesannya kabur dan pihak-pihak terkait dari komunitas OAP (orang asli Papua) setempat tertutup,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Sarraju, pihaknya sementara lebih fokus pada pengelolaan situasi agar tetap kondusif. Dia juga meminta kepada para tokoh untuk mengimbau warga masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang provokatif.

Menurutnya, informasi yang diunggah ke media sosial pun hanya untuk memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

“Hal-hal begini sering mereka hembuskan di medsos untuk perkeruh situasi,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika
Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku
Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan
Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken
TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:37 WIT

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIT

Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIT

Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:23 WIT

Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Anggota Bawaslu Mimika, Diana Dayme menegaskan masyarakat di Distrik Kwamki Narama harus mengawasi jalannya Pemilu disamping menggunakan hak pilih. Pesan itu disampaikan dalam Forum Diskusi Politik

Politik

Bawaslu Mimika: Politik Uang Bikin Sengsara Lima Tahun

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:49 WIT