TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan dan Pembakaran Alat Berat di Yahukimo

Endy Langobelen

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

YAHUKIMO – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap aparat militer Indonesia serta pembakaran ekskavator di wilayah Seradala, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 16 Juni 2025 kemarin.

Klaim tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang dirilis oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB pada Selasa (17/6/2025) sore.

Melalui siaran pers yang diteruskan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka menyatakan bahwa aksi penembakan terhadap seorang petinggi militer Indonesia atas nama Serka Seger Mulyana serta dua agen intelijen yang diduga menyamar sebagai pekerja lapangan merupakan perintah langsung dari pimpinan TPNPB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi Dilakukan oleh Batalion Yamue dan Batalion Kanibal

Kedua tokoh TPNPB tersebut menyebut bahwa serangan dilaksanakan oleh pasukan dari Batalion Yamue dan Batalion Kanibal. Selain penembakan, mereka juga mengaku bertanggung jawab atas pembakaran alat berat berupa ekskavator milik kontraktor sipil.

Baca Juga :  Freeport Kerahkan Segala Upaya Selamatkan 7 Karyawan Terjebak Longsor

“Kami yang eksekusi dan itu atas perintah saya, Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo dan Mayor Kopitua Heluka,” ujar Elkius Kobak dalam siaran tersebut.

TPNPB juga memperingatkan pemerintah Indonesia untuk menghentikan pengiriman pasukan militer ke Papua, khususnya yang menyamar sebagai tukang ojek, buruh bangunan, atau penebang kayu.

Mereka menyatakan siap menembak siapa pun yang terlibat atau diduga menyamar sebagai bagian dari aparat negara.

Mayor Heluka: Pernah Ditahan, Kini Kembali Beroperasi

Dalam pernyataan yang sama, Mayor Kopitua Heluka mengaku pernah ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun oleh aparat Indonesia. Setelah 1 tahun 8 bulan mendekam di Lapas Wamena, ia mengatakan berhasil melarikan diri dan kini kembali memimpin operasi bersama TPNPB di Yahukimo.

Heluka juga menyatakan bahwa aksi pembunuhan terhadap sejumlah penambang emas ilegal di wilayah Korowai dilakukan atas perintah langsungnya bersama Panglima Kodap XVI Yahukimo.

Peringatan bagi Warga Sipil dan Imigran

TPNPB melalui siaran tersebut mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil dan pendatang (imigran) Indonesia di Kota Dekai dan sekitarnya agar tidak beraktivitas di luar rumah. Mereka juga menegaskan bahwa kendaraan yang beroperasi di wilayah konflik harus menurunkan kaca mobil, dan bahwa siapa pun yang ditemukan di wilayah operasi dianggap sebagai bagian dari militer dan akan menjadi target serangan.

Baca Juga :  Bentrok Pilkada Puncak Jaya: 12 Orang Meninggal, 91 Terluka, Ratusan Rumah Dibakar

“Warga imigran Indonesia dilarang keluar dari Kota Dekai karena kami akan melakukan operasi. Jika kami temukan, kami siap tembak,” kata Heluka.

Himbauan bagi Warga Papua

Di bagian akhir siaran, Manajemen Komnas TPNPB menghimbau warga asli Papua agar tidak bepergian sendirian di wilayah konflik bersenjata. Hal ini untuk menghindari salah tembak atau tuduhan sebagai anggota TPNPB oleh aparat keamanan.

“Karena anda juga akan menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia lalu dituduh sebagai anggota TPNPB dan itu sering terjadi,” bunyi pernyataan dalam siaran pers.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif
OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas
Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan
Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:38 WIT

TNI Amankan Dua Senjata Api di Kampung Mosso Jayapura

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:04 WIT

Perceraian di Timika Meningkat, Didominasi Pasangan Usia Produktif

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:28 WIT

OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:40 WIT

Tujuh Tersangka Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Timika Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT