Freeport Kerahkan Segala Upaya Selamatkan 7 Karyawan Terjebak Longsor

Endy Langobelen

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya penyelamatan tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak akibat longsor wet muck di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

Upaya penyelamatan tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak akibat longsor wet muck di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan tujuh pekerja yang terdampak aliran material basah (wet muck) di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Seluruh sumber daya perusahaan difokuskan untuk memastikan keselamatan mereka.

Tim Tanggap Darurat PTFI bekerja tanpa henti membuka akses ke lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan pekerja. Dengan mengerahkan alat berat, bor, hingga drone, tim berjuang menembus material basah yang masih aktif bergerak.

Upaya itu juga dibarengi dengan pemulihan akses komunikasi di area terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, yang berada langsung di Tembagapura bersama jajaran direksi dan senior manajemen, menyampaikan bahwa keselamatan para pekerja adalah prioritas utama perusahaan.

“Saat ini, saya berada di Tembagapura, Papua Tengah, bersama dengan seluruh direksi senior management untuk memberikan dukungan penuh, support terhadap upaya penyelamatan ketujuh karyawan keluarga besar Freeport yang terjebak dalam insiden longsor lumpur biji atau wet mark yang turun dalam jumlah yang besar,” ujar Tony Wenas melalui video yang diterima Galeripapua.com pada Jumat (12/9/2025).

Baca Juga :  Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta

“Fokus kami adalah untuk penyelamatan dan keselamatan tujuh karyawan tersebut dan juga seluruh karyawan yang ada di area kerja kami ini. Kami upayakan yang paling terbaik seluruh daya upaya, energi, dan sumber daya kami, kami fokuskan untuk penyelamatan ketujuh karyawan tersebut,” imbuhnya.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

PTFI tidak bekerja sendiri. Perusahaan berkoordinasi erat dengan Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM, MIND ID, Freeport McMoRan, serta pemerintah Provinsi Papua dan Papua Tengah yang hadir di lokasi.

Menurut Tony Wenas, tantangan di lapangan cukup berat karena volume material longsor jauh lebih besar dari perkiraan awal. Meski begitu, semangat dan tekad penyelamatan tidak surut.

“Tantangannya adalah memang area terdampak itu material yang turun atau yang longsor itu jumlahnya jauh lebih banyak dari yang kami perkirakan sehingga memerlukan penanganan-penanganan ekstra dan waktu yang lebih lama dan juga masih ada pergerakan-pergerakan dari lumpur bijih basah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  TPNPB Klaim Tembak Tiga Aparat Militer di Puncak, Papua Tengah

Dalam situasi penuh harapan dan doa ini, PTFI juga menghadirkan keluarga para pekerja ke Tembagapura agar dapat mendampingi dari dekat dan menerima pembaruan informasi secara langsung.

“Kami juga akan mendatangkan keluarga dari karyawan yang terjebak tersebut ke area kerja kami ini untuk dapat bersama-sama dengan kami di sini untuk melihat langsung dan mendapatkan informasi yang terkini,” ungkap Tony Wenas.

Upaya penyelamatan tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak akibat longsor wet muck di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)
Upaya penyelamatan tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang terjebak akibat longsor wet muck di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). (Foto: Istimewa/Dok. PT Freeport Indonesia)

Selain itu, PTFI berkomitmen memberikan update secara berkala terkait perkembangan upaya penyelamatan.

“Mohon doa dan dukungan dari semuanya agar upaya penyelamatan ini dapat segera berhasil kita lakukan karena karyawan adalah aset utama kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati usaha kita semuanya untuk menyelamatkan ketujuh karyawan kami tersebut,” tutup Tony Wenas.

PTFI mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak, seraya menegaskan bahwa keselamatan manusia selalu menjadi prioritas utama dalam setiap langkah perusahaan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika
Freeport Gelontorkan Triliunan Rupiah per Tahun untuk Kelola Tailing
Kolaborasi Freeport dan Pemkab Mimika Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Lewat Pameran
PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional
Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka
DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah
8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan
Freeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIT

Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIT

Freeport Gelontorkan Triliunan Rupiah per Tahun untuk Kelola Tailing

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIT

Kolaborasi Freeport dan Pemkab Mimika Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Lewat Pameran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:48 WIT

PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:50 WIT

Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT