Gempa 6,6 Guncang Nabire: Bandara Baru, Jembatan, dan Gereja Rusak

Endy Langobelen

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah fasilitas umum dan rumah ibadah di Nabire, Papua Tengah, rusak akibat gempa. (Foto: Istimewa/kiriman warga)

Sejumlah fasilitas umum dan rumah ibadah di Nabire, Papua Tengah, rusak akibat gempa. (Foto: Istimewa/kiriman warga)

NABIRE – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,6 yang mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (19/9/2025) dini hari mengakibatkan kerusakan di sejumlah fasilitas publik.

Berdasarkan laporan warga yang beredar melalui media sosial, kerusakan terjadi di Bandara Nabire, Jembatan Siriwini, hingga sebuah gereja.

Dalam sebuah video amatir berdurasi 30 detik yang dikirim ke grup WhatsApp publik Nabire Update, seorang petugas memperlihatkan kaca bandara yang pecah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Izin, ini pecahan kaca banyak ini. Kami pengecekan, (kaca) yang di atas rontok itu, kaca penyangganya. Ada empat kaca yang pecah di bagian depan,” ujar petugas tersebut.

Baca Juga :  Dijuluki 'Kota Dolar', Masyarakat Mimika Masih Banyak yang Miskin?

Kerusakan juga menimpa Jembatan Siriwini, salah satu jalur utama transportasi di Nabire. Dalam video lain berdurasi 14 detik yang beredar, seorang pria mengatakan, “Jembatan Sriwini, tidak bisa lewat.”

Video amatir berdurasi 18 detik yang memperlihatkan kondisi serupa memperkuat informasi bahwa jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

“Tuhan kamu lihat ini, Yesus jembatan putus,” ucap pria dalam rekaman itu.

Sementara itu, warga lain mengirimkan rekaman kondisi sebuah gereja yang plafonnya runtuh. Dalam video yang dibagikan ke akun Instagram @galeripapuacom, tampak puing-puing plafon berserakan di lantai bangunan ibadah tersebut.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa dengan kedalaman 24 kilometer itu berpusat di laut, sekitar 29 kilometer barat laut Nabire, dan tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Peta guncangan (shake map) menunjukkan gempa dirasakan cukup kuat dengan intensitas IV–V MMI, setara guncangan nyata di dalam rumah hingga benda ringan bergeser.

Hingga Jumat pagi, otoritas setempat belum mengeluarkan laporan resmi terkait jumlah kerusakan maupun korban akibat gempa. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Papua merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia karena berada di zona pertemuan Lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo
Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK
Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah
Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah
Seorang Pria di Mimika Dibacok OTK
Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIT

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:45 WIT

Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:49 WIT

Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:17 WIT

Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WIT

Dua Kelompok Saling Serang di Timika, Seorang Warga Terluka Kena Panah

Berita Terbaru