Pendukung Paslon Pilkada Puncak Jaya Bentrok Lagi, 1 Tewas dan Lainnya Luka-Luka

Endy Langobelen

Selasa, 3 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian berupaya meredam kedua kelompok pendukung Paslon Pilkada yang bentrok di Puncak Jaya. (Foto: Istimewa/Humas Polres Puncak Jaya)

Aparat kepolisian berupaya meredam kedua kelompok pendukung Paslon Pilkada yang bentrok di Puncak Jaya. (Foto: Istimewa/Humas Polres Puncak Jaya)

PUNCAK JAYA – Bentrokan antar kelompok massa pendukung Paslon Pilkada kembali pecah di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (3/6/2025).

Aksi saling serang terjadi di dua titik yakni Kampung Karubate dan Kampung Wuyuneri, Distrik Mulia. Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan menyebut situasi saat ini masih dalam pengendalian aparat gabungan TNI-Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, telah terjadi aksi saling serang antara dua kelompok massa yang diduga berawal dari kesalahpahaman. Kami bersama TNI telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan di lapangan untuk mencegah korban lebih lanjut,” kata AKBP Achmad Fauzan, Selasa malam (3/6/2025).

Menurut Kapolres, bentrokan pertama kali terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Kampung Karubate. Peristiwa ini dipicu oleh tindakan salah satu warga yang melepaskan anak panah ke arah kelompok lain, meskipun tidak mengenai sasaran.

Baca Juga :  3 Pelaku Sindikat Curanmor di Mimika Dibekuk Beserta Barang Bukti

Insiden tersebut memicu aksi pengejaran dan serangan balasan, hingga akhirnya menjalar ke wilayah Kampung Wuyuneri, depan SMA Negeri 1 Mulia.

“Korban jiwa atas nama Gum Enumbi, seorang ASN Dinas Dukcapil berusia 48 tahun, dikremasi oleh pihak keluarga di lokasi. Sementara dua korban luka lainnya mengalami luka panah di kaki,” ungkapnya.

Korban luka diketahui bernama Piki Murid (17 tahun), seorang pelajar dari Kampung Kulirik, Distrik Muara, terkena panah di bagian tulang kering kaki kanan.

Kemudian seorang korban lagi, David Enumbi (45 tahun), seorang ASN, yang terkena panah di jempol kaki kanan.

Kapolres menyebut aparat gabungan terus melakukan penyekatan dan patroli mobile guna mengantisipasi bentrokan lanjutan, mengingat hingga malam hari masih terpantau ketegangan di beberapa titik rawan.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi pembakaran rumah dan potensi penyusupan oleh kelompok bersenjata (KKB) yang berusaha memanfaatkan situasi,” jelas AKBP Fauzan.

Baca Juga :  Pencarian Korban Tenggelam di Mimika Barat Ditutup, Edi Prayitno Tak Ditemukan

Pihak kepolisian menduga ada provokasi dari pihak ketiga yang berasal dari luar Kota Mulia, khususnya dari wilayah Distrik Sinak, yang berperan dalam memperkeruh suasana.

Ditambah lagi, belum adanya kepastian terkait prosesi adat pemotongan tali panah dan pelantikan bupati-wakil bupati terpilih dinilai menjadi pemicu berlanjutnya ketegangan antar massa.

Pemda Puncak Jaya dan Pemprov Papua Tengah diimbau untuk segera merespons situasi ini, khususnya dalam penyelesaian adat dan pelantikan kepala daerah terpilih.

“Penyelesaian administratif dan adat akan sangat membantu dalam meredam emosi massa di lapangan,” tegas Kapolres.

Aparat keamanan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian, dan situasi dilaporkan belum sepenuhnya kondusif.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV
Satpol PP Tertibkan Bangunan Liar dan Lapak PKL di Mimika
Warga Diserang dengan Senjata Tajam di Mile 21 Mimika, 200 Pendulang Dievakuasi
Kodap III Ndugama Klaim Insiden Jila, Polisi: Belum Bisa Dipercaya
Sepekan Hilang, 9 Anak yang Diculik di Jila Belum Ditemukan
Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila
Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Bandara Digagalkan, IRT di Mimika Dibekuk
Dandim Mimika Ungkap Kronologi 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:22 WIT

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:57 WIT

Warga Diserang dengan Senjata Tajam di Mile 21 Mimika, 200 Pendulang Dievakuasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:26 WIT

Kodap III Ndugama Klaim Insiden Jila, Polisi: Belum Bisa Dipercaya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:07 WIT

Sepekan Hilang, 9 Anak yang Diculik di Jila Belum Ditemukan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:56 WIT

Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila

Berita Terbaru

Peserta dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayapura berfoto bersama usai Lomba Lintas Alam Cagar Alam Cycloop ke-1 di Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:15 WIT

Petugas kepolisian mengolah TKP di kamar nomor 02 Penginapan Sinar Ujung, Mimika, Papua Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026. Kamar itu menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan tewas di bawah tangga penginapan. Galeripapua/ Kevin Kurni

Hukrim

Pria Tewas di Penginapan Mimika, Polisi Periksa CCTV

Kamis, 27 Agu 2026 - 00:22 WIT