SURABAYA — Universitas Cenderawasih (Uncen) mencuri perhatian publik basket mahasiswa Indonesia setelah mencatatkan lompatan besar dalam gelaran LIMA Mandiri Basketball 2025 Surabaya.
Dari tim yang musim lalu masih bermain di Divisi 2, tahun ini Uncen sukses menembus final Divisi 1 dan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up.
Pencapaian ini menjadi catatan sejarah sekaligus bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu mengalahkan segala batas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Datang dari Papua, Uncen tak hanya membawa nama kampus, tetapi juga kebanggaan masyarakat Indonesia Timur, khususnya Papua. Sejak tip off pertama, mereka tampil tanpa beban—cepat, fisikal, dan penuh determinasi.
Di sepanjang turnamen, Uncen menyingkirkan beberapa tim unggulan dari Pulau Jawa yang selama ini mendominasi kompetisi basket mahasiswa nasional.
Kekuatan terbesar tim ini bukan hanya strategi permainan, tetapi chemistry dan kepercayaan diri. Dukungan suporter yang datang dari tribun selalu menjadi tenaga ekstra.
Setiap poin, setiap rebound, setiap fastbreak menunjukkan tekad mereka untuk membuktikan bahwa Papua layak berada di panggung tertinggi.
Puncak perjalanan itu terjadi pada final Divisi 1 melawan tuan rumah, Universitas Surabaya (Ubaya), yang digelar di GOR CLS Kertajaya, Surabaya.
Meski harus mengakui keunggulan Ubaya dengan skor 56–82, perjuangan Uncen tetap mendapat tepuk tangan panjang dari para penonton. Tidak ada kepala yang tertunduk—mereka keluar lapangan dengan dada terangkat.
“Mereka mungkin tidak membawa pulang trofi juara, tapi mereka membawa pulang hati penonton,” ujar salah satu komentator pertandingan.
Banyak pihak menyebut Uncen sebagai “People’s Champion” — juara di hati publik. Sebuah penghargaan yang tak tertulis, tetapi terasa begitu kuat.
Keberhasilan Uncen menjadi runner-up Divisi 1 hanya dalam satu musim setelah juara Divisi 2 menunjukkan kesinambungan kualitas dan mental juara.
Tim ini membuktikan bahwa bakat basket Papua bukan sekadar potensi, tetapi kekuatan yang nyata dan bisa bersaing di level nasional.
LIMA Basketball 2025 Surabaya menjadi saksi perjalanan luar biasa ini. Uncen pulang ke Papua bukan hanya dengan medali perak, tetapi juga dengan kisah inspiratif tentang keberanian, tekad, dan mimpi yang tidak mengenal batas.
Uncen bukan hanya finalis. Uncen adalah pesan bahwa tim dari Timur bisa berdiri di panggung tertinggi. Dan mereka melakukannya dengan penuh kebanggaan.









