MIMIKA – Aksi saling serang antar dua kelompok warga terjadi di depan Perumahan Pemda, Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah, Kamis(11/6/26) malam.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang berawal dari persoalan utang di sebuah kios.
Dalam bentrokan tersebut, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu. Bahkan, sejumlah pihak dilaporkan menggunakan panah hingga menyebabkan jalanan menuju bundaran SP2 dan ke arah pusat kota terhenti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Budiman, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika seorang warga yang berada di bawah pengaruh minuman keras mendatangi sebuah kios dengan tujuan berutang atau mengambil barang secara bon.
“Jadi itu hanya ada masalah mabuk, kemudian datang ke kios dengan tujuan mau utang (bon). Karena sering utang, kemudian tidak diterima lalu terjadi pemukulan. Itu saja, ada salah paham,” ujar Billyandha kepada wartawan di lokasi kejadian.
Situasi yang semula merupakan persoalan antarindividu kemudian berkembang menjadi aksi saling serang yang melibatkan dua kelompok warga.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas.
“Sudah kita mediasi, sekarang persiapan ke kantor pelayanan. Sebagian anggota masih melakukan patroli di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya satu warga harus dievakuasi ke rumah sakit setelah terkena panah di bagian kaki. Selain itu, terdapat warga lain yang mengalami luka akibat terkena lemparan batu.
“Korban tadi sudah dievakuasi ke rumah sakit. Ada satu masyarakat yang terkena panah di kaki, ada juga yang terkena lempar batu. Setelah kita tanyakan, kondisinya tidak apa-apa,” ungkap Billyandha.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih bersiaga dan melakukan patroli di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan serta menjaga keamanan masyarakat.








