MUI Mimika Usul Penutupan Miras dan Hiburan Malam Selama Ramadan

Endy Langobelen

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustad H. Muhammad Amin. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustad H. Muhammad Amin. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika mengimbau Pemerintah Kabupaten Mimika agar menerbitkan surat edaran terkait pembatasan peredaran minuman keras (miras) dan operasional tempat hiburan malam selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua MUI Mimika, Ustad Muhammad Amin, saat ditemui usai kegiatan Tarhib Ramadan di Hotel Serayu, Timika, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, langkah pembatasan diperlukan guna menjaga kekhusyukan ibadah umat Islam serta memelihara ketertiban dan keharmonisan sosial selama Ramadan.

“Terkait dengan minuman keras, tempat hiburan malam, sebisa mungkin pemerintah mengeluarkan surat edaran untuk pembatasan. Pembatasan pemberlakuan jam malam atau jam untuk tempat hiburan malam” ujar Amin.

“Dan mungkin untuk penjualan minuman keras, selama bulan Ramadan, kenapa tidak, itu ditutup? Nanti setelah itu, baru dibuka,” imbuhnya.

Ia menegaskan, Ramadan merupakan bulan suci yang harus dihormati bersama, tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif.

Baca Juga :  Indahnya Safari Ramadhan dan Paskah Bareng Bagian Humas Protokol Pemkab Mimika

Menurut Amin, kebijakan pembatasan miras dan hiburan malam bukan semata-mata untuk kepentingan umat Islam, melainkan demi menjaga ketertiban umum serta mencegah potensi gangguan keamanan selama bulan Ramadan.

Selain meminta peran pemerintah daerah, MUI Mimika juga mengimbau aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan selama Ramadan, terutama pada jam-jam rawan.

“Yang selanjutnya, kepada pihak kepolisian, pihak keamanan, selama bulan suci Ramadan, agar pengamanan lebih ditingkatkan untuk memberi kenyamanan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenhaj Papua: 823 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Tanah Air
391 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Makassar, Dua Masih Dirawat di Madinah
Masjid Nurul Hidayah Juara 1 Lomba Kebersihan Jelang Iduladha di Mimika Baru
Petrosea All Freeport Project Serahkan Satu Ekor Sapi Qurban kepada Masyarakat
Sambut Iduladha, 26 Masjid di Mimika Baru Bersaing dalam Lomba Kebersihan
387 Jemaah Haji Asal Papua Berangkat ke Arab Saudi Hari ini
Mimika Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas dalam Keberangkatan Haji 1447 H
Parade Paskah Timika Tampilkan Toleransi dan Keragaman Warga

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:50 WIT

Kemenhaj Papua: 823 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Tanah Air

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:48 WIT

391 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Makassar, Dua Masih Dirawat di Madinah

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:29 WIT

Masjid Nurul Hidayah Juara 1 Lomba Kebersihan Jelang Iduladha di Mimika Baru

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:24 WIT

Petrosea All Freeport Project Serahkan Satu Ekor Sapi Qurban kepada Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIT

Sambut Iduladha, 26 Masjid di Mimika Baru Bersaing dalam Lomba Kebersihan

Berita Terbaru