Uskup Timika Serukan Keberanian Menjaga Alam dan Budaya Papua dalam Roh Kudus

Endy Langobelen

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, mengulurkan tangan sembari membawakan Doa Krisma, Minggu (8/6/2025). (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video siaran langsung di kanal YouTube Multimedia Tiga Raja Timika)

Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, mengulurkan tangan sembari membawakan Doa Krisma, Minggu (8/6/2025). (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video siaran langsung di kanal YouTube Multimedia Tiga Raja Timika)

MIMIKA — Pada perayaan ekaristi Hari Raya Pentakosta yang berlangsung di Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (8/6/2025), Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menyerukan pentingnya keberanian umat Kristiani dalam menjaga alam, hutan, dan budaya Papua sebagai bentuk kesaksian iman dalam Roh Kudus.

Dalam kotbahnya pada misa kedua yang juga dihadiri oleh para calon penerima sakramen krisma, Uskup Bernardus menegaskan bahwa Roh Kudus bukan hanya memberi terang bagi hati dan budi umat, tetapi juga memampukan setiap orang untuk menjadi saksi Kristus dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga keutuhan ciptaan Tuhan.

“Bapak ibu dan saudara sekalian, pihak yang berjuang untuk mempertahankan alamnya, hutannya, budayanya, itulah mereka yang dikuasai Roh Kudus. Berani untuk terus bersuara tentang hak-hak hidupnya,” tegas Uskup Bernardus dalam kotbahnya yang penuh seruan moral dan spiritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengkritisi keras pihak-pihak yang menciptakan konflik atas nama kepentingan ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam Papua.

Baca Juga :  Tambahan Anggaran Guru Swasta di Mimika Kembali Diperhatikan

Menurutnya, konflik sosial dan bersenjata yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade di tanah Papua merupakan akibat dari dominasi “roh kedagingan” dan roh duniawi seperti ambisi, ketamakan, dan kerakusan.

“Maka terciptalah konflik. Konflik bersenjata, konflik sosial, kebencian, karena kepentingan-kepentingan dunia dan roh dunia,” kata Uskup Bernardus, merujuk pada eksploitasi besar-besaran di wilayah seperti Tanah Marind dan Raja Ampat yang menurutnya mulai hancur akibat kerakusan oligarki dan proyek strategis nasional yang tidak berpihak pada kelestarian lingkungan dan hak masyarakat adat.

Ia juga menekankan bahwa mengikuti roh Kristus berarti berani menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan persaudaraan sejati.

Uskup Bernardus menyebut perlindungan terhadap alam dan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari iman Kristiani yang hidup.

“Kalau roh Kristus, pasti adalah damai, adalah sukacita, adalah menghormati hak-hak hidup manusia dan menghormati hak alam ciptaan Tuhan,” ujarnya di hadapan umat yang memadati Katedral Tiga Raja.

Baca Juga :  Lebih dari 500 Orang Mengungsi Akibat Konflik Tapal Batas di Kapiraya

Dalam konteks sakramen krisma yang diterima oleh sejumlah umat pada misa tersebut, Uskup Bernardus menegaskan bahwa penguatan oleh Roh Kudus harus membuahkan keberanian untuk bersaksi, termasuk dalam melawan kerusakan lingkungan dan penindasan budaya lokal oleh kekuatan duniawi.

Pesan kuat ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Katolik di Papua bahwa peran roh kudus bukan hanya spiritual, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekologis kehidupan.

“Kita orang Kristen mesti meninggalkan jejak, jejak sejarah iman gereja, jejak ajaran-ajaran Kristus yang kita tinggalkan dan kita wariskan pada generasi ke generasi,” pungkasnya.

Misa Pentakosta di Katedral Tiga Raja menjadi momentum spiritual dan moral penting bagi umat Katolik Timika untuk membumikan iman mereka dalam konteks perjuangan konkret menjaga tanah Papua dari kehancuran.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!
Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika
Terancam Diusir, Mahasiswa Papua di Bali Desak Pemprov Segera Bayar Sewa Asrama
Ketua LMA Tsingwarop Kritik Menteri HAM soal Divestasi 10% Freeport: Jangan Mengurus yang Tak Dipahami Utuh
LBH TPRA Sebut Penangkapan 21 Aktivis di Mimika Langgar Prosedur Hukum
KNPB Mimika Suarakan Perdamaian dan Perlindungan Warga Sipil di Papua
HAPAK Tagih Janji Bupati Mimika soal PT MAS: “Tidak Boleh Jadikan Amungme-Kamoro Penonton!”

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:25 WIT

Peringati 4 Tahun Kasus Mutilasi di Mimika, Keluarga Korban: Jangan Beri Remisi Pelaku!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:39 WIT

Komunitas Ojol Jayapura Nyatakan Dukungan terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:33 WIT

Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:45 WIT

Terancam Diusir, Mahasiswa Papua di Bali Desak Pemprov Segera Bayar Sewa Asrama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:56 WIT

Ketua LMA Tsingwarop Kritik Menteri HAM soal Divestasi 10% Freeport: Jangan Mengurus yang Tak Dipahami Utuh

Berita Terbaru