Ambulans Hampir Dibakar, Warga Dekai Bertahan Selamatkan Satu-satunya Akses Berobat

Ahmad

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan mobil ambulans milik Puskesmas Aplim yang nyaris dibakar OTK di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Humas Satgas ODC 2026).

Penampakan mobil ambulans milik Puskesmas Aplim yang nyaris dibakar OTK di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Humas Satgas ODC 2026).

YAHUKIMO – Dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan nyaris dibakar Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat 13 Februari 2026 malam.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, peristiwa bermula pada jumat malam sekitar pukul 21.05 WIT, dua OTK mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir.

Dua orang tersebut tak hanya datang dengan tangan kosong, mereka membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 ml.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan Kepala Desa Kurima Luter Matuan (40) yang merupakan saksi mata, kala itu kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans yang masing-masing berjenis Triton warna putih dan Arena APV putih.

“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujar Luter, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Luter, mendengar ancaman itu, warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi agar pembakaran tidak terjadi.

Untuk meredam situasi, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku di jalan masuk puskesmas.

Baca Juga :  Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap

Setelah menerima uang tersebut, keduanya membatalkan aksi pembakaran dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala, Yahukimo.

Selanjutnya, pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 dipimpin IPTU Muhammad Mirwan bergerak cepat menuju lokasi.

Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi.

Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral diduga berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran.

Usai olah TKP, kedua ambulans dikawal menuju RSUD Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyebut respons cepat personel di lapangan menjadi kunci mencegah eskalasi.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan,” kata Adarma.

Baca Juga :  Pendulang Emas di Mile 40 Mimika Diduga Dirampok OTK

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga telah mengarahkan saksi untuk membuat laporan resmi serta melengkapi administrasi penyidikan.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat tidak akan membiarkan fasilitas publik menjadi sasaran intimidasi.

“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” tegas Faizal.

Ia memastikan kehadiran aparat bukan semata penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman agar masyarakat tetap dapat beraktivitas normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa vitalnya fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman. Ketika ambulans hampir dibakar, yang terancam bukan hanya kendaraan aka tetapi akses hidup masyarakat.

Melalui pengamanan dan penegakan hukum yang berkelanjutan, aparat berharap stabilitas keamanan di Dekai tetap terjaga dan pelayanan publik dapat berjalan tanpa gangguan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Hilang Kendali, Mobil Terbakar Usai Tabrak Pembatas Jalan di Sentani
Januari Hingga Agustus 2026, 26 Nyawa Melayang di Mimika Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya
Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika
Pelajar di Mimika Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Usut Penyebab Kematian
TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat
Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup
Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:14 WIT

Januari Hingga Agustus 2026, 26 Nyawa Melayang di Mimika Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:43 WIT

Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:18 WIT

Pelajar di Mimika Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Usut Penyebab Kematian

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:53 WIT

TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Berita Terbaru