170 Pengurus Rumah Ibadah Penerima Dana Hibah di Mimika Diminta Siapkan LPJ

Rachmat Julaini

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Natalia Nimpa. (Foto: Galeri Papua/Rachmat Julaini)

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Natalia Nimpa. (Foto: Galeri Papua/Rachmat Julaini)

MIMIKA – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Natalia Nimpa, mengaku masih banyak pengurus rumah ibadah yang menganggap dana hibah bisa digunakan tanpa memperhatikan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Karena itu, pihaknya berencana menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh penerima hibah.

Hingga saat ini, dana hibah sudah disalurkan kepada sekitar 170 rumah ibadah di Kabupaten Mimika. Namun, yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya penyaluran anggaran, melainkan bagaimana penerima bisa mempertanggungjawabkan penggunaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya nanti akan adakan sosialisasi bagaimana mereka sebenarnya menata laporannya, LPJ. Supaya jangan mereka berpikiran, ‘Oh ini dana hibah, ya sudah, seenak-enaknya saja tanpa ada pertanggungjawaban.’ Itu yang nanti kami gandeng BPK,” kata Natalia Nimpa, Kamis (30/7/2026).

Meski belum merinci total nilai dana hibah yang telah disalurkan, Natalia mengisyaratkan anggarannya mencapai lebih dari Rp30 miliar.

Ia mengaku belum menerima pembaruan data karena besaran bantuan yang diterima setiap rumah ibadah berbeda-beda.

“Itu saya kurang tahu persisnya. Karena itu kan bervariasi. Saya tidak update yang terakhir itu. (Apakah Rp30 miliar?) Lebih, lebih, lebih, lebih itu,” ucap Natalia.

Baca Juga :  Bupati Mimika: Rolling Jabatan akan Dilakukan Tiga Kali selama 3 Bulan

Ia mengatakan sosialisasi direncanakan berlangsung sekitar September dan akan mengundang ketua panitia, bendahara, hingga pimpinan rumah ibadah sebagai penanggung jawab penerima hibah.

Natalia menjelaskan, berdasarkan masukan dari BPK, saat pemeriksaan nanti, laporan penggunaan dana tidak hanya dilihat kelengkapannya, tetapi juga akan disandingkan dengan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan.

“Jadi bukan hanya kasih masuk laporan begitu saja. Nanti diperiksa, disandingkan sama proposalnya. Betul tidak peruntukannya, sesuai tidak. Kalau tidak sesuai, ya kami kembalikan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, apabila dalam proposal diajukan anggaran Rp50 juta, tetapi yang terealisasi hanya Rp30 juta, maka hal itu masih bisa diterima sepanjang jenis belanja atau item kegiatannya tetap sama seperti yang tercantum dalam proposal.

“Paling volumenya saja yang dikurangi sampai Rp30 juta. Tapi itemnya harus tetap sama. Itu nanti tugas kami juga memverifikasi,” katanya.

Natalia mengakui, persoalan yang sering ditemui justru bukan pada saat membelanjakan anggaran, tetapi ketika menyusun LPJ. Banyak penerima hibah yang lupa menyimpan nota atau bukti transaksi.

Baca Juga :  Dinsos Mimika Sosialisasi Cek Bansos dan Penyegaran SIKS-NG

“Kalau belanja gampang saja. Berapa pun kita kasih, ya habis. Nah, biasanya habis itu nota-notanya sudah bingung dimana, itu yang nanti susah,” ujarnya sambil tertawa.

Sejauh ini, kata dia, baru panitia pelaksanaan MTQ Distrik Wania yang telah menyampaikan laporan penggunaan dana hibah sebesar Rp100 juta.

Natalia menambahkan, tahun ini pihaknya juga mengubah mekanisme penyaluran dana hibah. Jika sebelumnya dana banyak disalurkan ke rekening panitia pembangunan, kini seluruh dana langsung ditransfer ke rekening lembaga atau rumah ibadah sesuai ketentuan.

“Memang banyak yang berontak karena sudah biasa begitu. Tapi saya bilang, kita ini meluruskan aturan. Silakan marah, itu wajar, tapi saya tetap ikut aturan,” tegas Natalia.

Ia menegaskan tidak akan memproses proposal yang belum memenuhi persyaratan administrasi, termasuk rumah ibadah yang belum terdaftar di Kementerian Agama.

“Satu administrasi saja belum lengkap, saya tidak proses. Harus lengkap dulu baru kita jalan. Jadi bukan kita mempersulit, tapi kita kasih pemahaman supaya semua tertata dengan baik,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru

Korban saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin)

Hukrim

ASN Korban Penikaman di Ilaga Puncak Dirujuk ke Makassar

Senin, 2 Nov 2026 - 20:59 WIT

Korban penikaman di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Satgas ODC)

Peristiwa

Seorang ASN Ditikam OTK di Ilaga Puncak

Senin, 2 Nov 2026 - 20:50 WIT