Penyerangan di Pos PT Kristalin Nabire: 2 Tewas Dibakar dan Senjata Dirampas

Endy Langobelen

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian mengevakuasi korban yang ikut dibakar dalam penyerangan oleh kelompok bersenjata TPNPB di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Aparat kepolisian mengevakuasi korban yang ikut dibakar dalam penyerangan oleh kelompok bersenjata TPNPB di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

NABIRE – Insiden penyerangan bersenjata dan pembakaran pos pengamanan di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026), memunculkan klaim tanggung jawab dari kelompok bersenjata serta respons tegas aparat keamanan yang kini masih melakukan penyelidikan mendalam.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, dalam siaran pers tertanggal 21 dan 22 Februari 2026, menyatakan bahwa Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya bertanggung jawab atas penyerangan yang terjadi di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi.

Dalam keterangan tersebut, disebutkan bahwa penyerangan dilakukan pada Sabtu sekitar pukul 14.30 WIT dan mengakibatkan lebih dari dua aparat militer Indonesia tewas, satu unit pos militer dibakar, satu unit mobil Hilux ditembak, serta perampasan sejumlah senjata api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam penyerangan tersebut mengakibatkan lebih dari 2 aparat militer kolonial Indonesia tewas, satu unit pos militer Indonesia dibakar, penembakan satu unit mobil hilux serta perampasan 3 unit senjata laras panjang dan 1 unit pistol,” ujar Sebby berdasarkan laporan dari Mayor Aibon Kogoya.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Pada siaran pers lanjutan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim dua pucuk senjata SS1, empat magazen berisi 120 butir munisi, serta satu pucuk pistol G2 Combat telah berada di tangan pasukan Mayor Aibon Kogoya.

Mereka juga menyatakan penyerangan tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan PT Kristalin Ekalestari yang disebut melakukan pertambangan ilegal di wilayah Nabire, serta menuding adanya kerusakan hutan dan lingkungan milik masyarakat adat.

Selain itu, dalam pernyataannya, pihak TPNPB mengeluarkan imbauan keras kepada aparat keamanan dan warga sipil.

“Kepada aparat militer kolonialisme Indonesia bahwa seluruh senjata api yang dirampas dari pos militer Indonesia di Nabire telah menjadi aset TPNPB, sehingga operasi dan penyisiran yang telah dilakukan sejak kemarin hingga hari ini di Nabire oleh aparat militer Indonesia segera dihentikan karena Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya telah berada di Markas TPNPB,” tandasnya.

Baca Juga :  Pameran Lingkungan Hidup di Timika, Freeport Gaungkan Aksi Nyata Perangi Polusi Plastik
Para anggota TPNPB-OPM yang menjadi pelaku penyerangan di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (Foto: Tangkapan layar video amatir)
Para anggota TPNPB-OPM yang menjadi pelaku penyerangan di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (Foto: Tangkapan layar video amatir)

“Kami juga mengimbau agar warga imigran Indonesia yang berada di seluruh wilayah pertambangan emas ilegal di seluruh wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Baiya Biru, Intan Jaya hingga Manokwari segera di kosongkan sebelum jatuhnya korban jiwa yang berlebihan,” imbuhnya.

Dua Korban Tewas dan Pos Terbakar

Sementara itu, Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 membenarkan adanya insiden penyerangan di Pos Pengamanan PT Kristalin Ekalestari Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, pada Sabtu sekitar pukul 12.00 WIT.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua korban dalam peristiwa tersebut.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, kata Yusuf, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos yang juga terbakar.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena kondisi luka bakar berat.

Baca Juga :  Pesawat Charter Dilaporkan Gagal Mendarat di Timika, Pilot Selamat

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan dari arah depan serta kerusakan pada radiator akibat proyektil. Namun, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara profesional.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

200 Karyawan Dievakuasi

Terpisah, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, memimpin langsung proses pengamanan dan evakuasi di kawasan Camp 36 dan Camp 37 milik PT Kristalin Ekalestari.

Sekitar 200 karyawan berhasil dievakuasi secara bertahap dengan pengawalan ketat menuju lokasi aman. Seluruh pekerja kemudian dikawal turun ke Polsek Makimi dalam kondisi selamat.

Ratusan karyawan PT Kristalin Eka Lestari dievakuasi ke lokasi aman dan dikawal turun ke Polsek Makimi. (Foto: Humas Polres Nabire)
Ratusan karyawan PT Kristalin Ekalestari dievakuasi ke lokasi aman dan dikawal turun ke Polsek Makimi. (Foto: Humas Polres Nabire)

Aparat gabungan Polri dan TNI juga melakukan penyisiran di sekitar kilometer 36–37 guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal di area rawan. Pengamanan diperkuat hingga situasi dinyatakan kondusif.

Terkait klaim perampasan senjata yang beredar, aparat menegaskan informasi tersebut masih dalam proses penyelidikan. Hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi perusahaan tersebut.

Upaya Konfirmasi ke TNI

Galeripapua.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak TNI, termasuk Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim; Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto; serta Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi.

Sementara Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data.

“Sore bang, saya lagi kumpulkan data ya,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (23/2/2026).

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Situasi di wilayah Distrik Makimi dilaporkan dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ricuh di Leo Mamiri Timika, Gas Air Mata Bubarkan Massa Penjual Emas
Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo
Seorang Balita Tewas Tenggelam di Sungai Ewer Kabupaten Asmat
Kesalahpahaman Transaksi Emas Picu Ketegangan dan Pembakaran Ban di Mimika
Pria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri oleh Sang Istri
Diduga Korban Penganiayaan, Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan Bandara Lama Mimika
Ambulans Hampir Dibakar, Warga Dekai Bertahan Selamatkan Satu-satunya Akses Berobat
Polisi Ungkap Kronologi Penembakan Sopir Truk Air di Yahukimo

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:36 WIT

Penyerangan di Pos PT Kristalin Nabire: 2 Tewas Dibakar dan Senjata Dirampas

Senin, 23 Februari 2026 - 22:55 WIT

Ricuh di Leo Mamiri Timika, Gas Air Mata Bubarkan Massa Penjual Emas

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:29 WIT

Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Yahukimo

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:06 WIT

Seorang Balita Tewas Tenggelam di Sungai Ewer Kabupaten Asmat

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:44 WIT

Kesalahpahaman Transaksi Emas Picu Ketegangan dan Pembakaran Ban di Mimika

Berita Terbaru