Sipil Tertembak Lagi di Tembagapura, Perempuan dan Balita Turut Jadi Korban

Endy Langobelen

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat mengevakuasi korban yang tertembak di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Aparat mengevakuasi korban yang tertembak di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA — Suasana di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali mencekam setelah terjadi penembakan terhadap warga sipil pada Kamis (7/5/2026) malam.

Dalam insiden tersebut, enam warga dilaporkan mengalami luka tembak. Korban terdiri dari perempuan, laki-laki, hingga seorang balita berusia satu tahun.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, Kombes Tri Widiyanto, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Enam warga sipil dilaporkan tertembak di wilayah Tembagapura. Korbannya terdiri dari balita usia satu tahun,” ujar Tri Widiyanto, Jumat (8/5/2026).

Peristiwa itu diketahui terjadi di sekitar area Kali Kabur yang dikenal sebagai kawasan pendulangan emas di Distrik Tembagapura.

Para korban masing-masing perempuan berinisial IW (12), NN (22), dan TM. Sementara korban laki-laki berinisial EM dan AM, serta seorang balita berinisial KM (1).

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi pasti serta pihak yang terlibat dalam penembakan tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut,” katanya.

Pasca kejadian, aparat gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap para korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu korban bahkan harus dirujuk menggunakan ambulans ke rumah sakit karena mengalami luka serius.

Baca Juga :  Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat

“Dari seluruh korban tersebut, satu korban atas nama AM telah lebih dahulu dievakuasi ke Rumah Sakit SOS Tembagapura menggunakan mobil ambulans karena kondisi korban memerlukan penanganan medis intensif,” terangnya.

Sementara itu, situasi keamanan di Kali Kabur dilaporkan masih mendapat pengamanan ketat aparat. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, mengatakan aparat masih fokus melakukan penanganan di lokasi sembari memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Situasi di lokasi masih dalam penanganan dan proses penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan kronologis kejadian secara lengkap dan akurat,” katanya.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB turut mengeluarkan siaran pers terkait peristiwa di Tembagapura.

Dalam keterangannya, Jubir TPNPB OPM Sebby Sambom menyebut aparat militer Indonesia melakukan operasi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi di sepanjang Kali Kabur.

TPNPB mengklaim operasi tersebut menyebabkan jatuhnya korban sipil dan memicu kepanikan warga di kawasan pendulangan.

Mereka juga menyebut terdapat korban yang belum dievakuasi karena situasi di lokasi disebut masih belum kondusif.

Selain itu, TPNPB menuding operasi aparat memicu warga meninggalkan kawasan Kali Kabur menuju wilayah yang lebih aman.

Menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya korban meninggal dunia, Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.

Baca Juga :  Aksi Spontanitas di Kuala Kencana Akhirnya Bubar, Blokade Jalan Dibuka

“Terkait informasi adanya korban meninggal dunia, kabar tersebut masih simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya,” imbuhnya.

Belakangan, aparat kepolisian juga mengevakuasi ratusan warga dari kawasan Kali Kabur menuju Pos Brimob MP 72 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Polsek Tembagapura juga berhasil mengevakuasi sekitar 256 warga yang mengamankan diri dari lokasi Kali Kabur menuju Pos Brimob di MP 72,” kata Jermias.

Sebagai informasi, peristiwa serupa yang mengakibatkan warga sipil di Distrik Tembagapura tertembak juga pernah terjadi sebelumnya pada Maret 2026 lalu.

Kejadian itu berlangsung dalam sebuah operasi penindakan yang dilakukan aparat. Korban meninggal atas nama Eanus Mom, yang awalnya dituding aparat sebagai bagian dari kelompok bersenjata (TPNPB-OPM), namun keluarga kemudian membantahnya bahwa korban murni sipil.

Selain itu, adapun korban luka-luka yakni seorang ibu rumah tangga dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian tangan dan kaki.

Dalam peristiwa itu juga, sebanyak enam orang sempat ditahan di Kodim 1710/Mimika dengan mata dililit lakban dan tangan diikat karena dicurigai bagian dari anggota OPM. Setelah diperiksa, mereka pun dibebaskan karena dugaan tersebut tidak terbukti.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka
Warga Palang Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Rencana Eksekusi Lahan Pemicunya
Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika
Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo
Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK
Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung
Petugas Kebersihan di Timika Temukan Jasad Bayi di Tumpukan Sampah

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:05 WIT

Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:27 WIT

Warga Palang Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Rencana Eksekusi Lahan Pemicunya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:41 WIT

Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:50 WIT

Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIT

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Berita Terbaru