JAYAPURA — Kekecewaan suporter pecah di Stadion Stadion Lukas Enembe usai Persipura Jayapura gagal mengamankan tiket promosi ke Liga 1 setelah takluk 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga play-off promosi, Jumat (8/5/2026).
Kekalahan di kandang sendiri itu langsung memicu ketegangan. Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan, sejumlah massa suporter masuk ke area lapangan dan melakukan aksi keributan.
Beberapa fasilitas stadion dilaporkan dirusak di tengah suasana emosional para pendukung Mutiara Hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kekacauan tersebut, beberapa orang tampak mengibarkan bendera Bintang Kejora di area tengah lapangan.
Massa berlarian sambil membawa bendera itu di hadapan ribuan penonton yang masih berada di dalam stadion.
Tidak hanya di dalam stadion, aksi serupa juga terlihat di luar area arena pertandingan. Sejumlah orang tampak memanjat tiang sambil mengibarkan Bintang Kejora yang selama ini identik dengan simbol politik Papua merdeka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana pertandingan maupun aparat keamanan terkait aksi pengibaran bendera tersebut dan kericuhan yang terjadi pascalaga.
Laga play-off promosi itu sebelumnya menjadi pertandingan hidup-mati bagi Persipura untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tim berjuluk Mutiara Hitam tampil sebagai tuan rumah setelah finis di posisi kedua Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 dengan raihan 56 poin. Sementara Adhyaksa FC datang sebagai runner-up Grup 1 dengan 51 poin.
Atmosfer pertandingan sejak awal memang berlangsung panas. Ribuan pendukung memenuhi Stadion Lukas Enembe dengan harapan melihat Persipura kembali promosi ke Liga 1.
Pelatih Rahmad Darmawan sebelumnya bahkan meminta para pemain menikmati laga dan tetap tenang menghadapi tekanan pertandingan penentuan tersebut.
Persipura sejatinya lebih diunggulkan karena bermain di kandang sendiri dan datang dengan tren positif usai meraih beberapa kemenangan penting di akhir musim.
Namun gol tunggal Adhyaksa FC memupus harapan publik Papua untuk melihat klub kebanggaan mereka kembali berlaga di kompetisi tertinggi nasional musim depan.






















