Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua

Ahmad

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama pada kategori U-12, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat. (Foto: Dokumen PTFI)

SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama pada kategori U-12, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat. (Foto: Dokumen PTFI)

JAYAPURA – Upaya membangun fondasi sepak bola usia dini di Papua kembali menunjukkan hasil positif. Kolaborasi antara PSSI dan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 sukses digelar di Stadion Mandala, Jayapura, pada 17–18 April 2026.

Turnamen ini menjadi panggung penting bagi anak-anak Papua untuk menampilkan bakat sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak dini.

Kegiatan ini juga mempertegas komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian penting dari transformasi sepak bola nasional.

“Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Eric Tohir dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Senada dengan itu, Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI, Nathan Kum, menekankan bahwa investasi di bidang olahraga merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

“Kompetisi ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan.

Baca Juga :  Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Nathan menambahkan, turnamen ini dirancang untuk membangun kedisiplinan dan integritas sejak usia dini. “Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” lanjutnya.

FGT 2026 menggunakan format 7 lawan 7 dengan maksimal 15 pemain per tim. Setiap pertandingan berlangsung selama 2 x 15 menit dengan jeda istirahat 5 menit, serta menerapkan sistem pergantian pemain tanpa batas, sehingga memberikan kesempatan bermain yang lebih luas bagi seluruh peserta.

Pada kategori U-10, SSB Nafri tampil sebagai juara pertama, diikuti SSB Orion Star Sentani di posisi kedua, SSB Tunas Muda Hamadi di peringkat ketiga, dan SSB Volta PLN di posisi keempat. Penghargaan individu diberikan kepada Arkiles Fonataba (Best Player), Herman Isak Manggaprouw (Best Goalkeeper), serta SSB Petra Sentani sebagai Team Fairplay.

Sementara itu, pada kategori U-12, SSB Putra Yeabhu berhasil meraih juara pertama, disusul SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di posisi ketiga, dan SSB Waena di peringkat keempat. Untuk penghargaan individu, Sem Stenly Neymar Msen dinobatkan sebagai Best Player, Frits Tokoro sebagai Best Goalkeeper, serta SSB Nafri meraih predikat Team Fairplay.

Baca Juga :  Laga Panas! SMA Negeri 7 Tahan Imbang SMK Negeri 1 di Kapolda Cup

Keceriaan peserta turut mewarnai turnamen ini. Dominic Pahabol dari SSB Volta mengaku semakin termotivasi untuk berlatih.

“Saya senang mengikuti kegiatan FGT ini, karena saya mendapat sepatu bola baru. Saya jadi lebih semangat berlatih,” ujarnya.

Ketua PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, mengapresiasi konsistensi PTFI dalam membina talenta muda Papua hingga mampu menembus level internasional.

“Pembinaan yang dilakukan Freeport Indonesia ini luar biasa. Apalagi melalui akademi sepak bola yang ada di Freeport, sudah banyak yang pemain yang berkesempatan ke luar negeri. Ini menjadi bukti nyata kontribusi PTFI yang bekerja sama dengan PSSI dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua,” ujar Benhur.

Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka di dunia sepak bola.

“Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia kedepannya,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
HPM Mamberamo Raya Gelar Turnamen Gawang Mini Perdana, 27 Tim dari 13 Distrik Adu Kekuatan
PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika
Multi Event Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di Mimika
Langkah Amungsa FC di Piala Presiden U-12 Jadi Batu Loncatan Talenta Muda Papua Tengah
59 Anak Papua Berebut 20 Kursi di Final Camp Papua Football Academy
Freeport Luluskan 20 Siswa Sepak Bola, Tiga Sudah Terikat Kontrak Klub Elite
Piala Presiden U-12: SSB Amungsa Jadi Tim Pertama dari Papua Tengah di Putaran Nasional

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:53 WIT

Freeport Bekali 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:43 WIT

HPM Mamberamo Raya Gelar Turnamen Gawang Mini Perdana, 27 Tim dari 13 Distrik Adu Kekuatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:39 WIT

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:58 WIT

Multi Event Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda di Mimika

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:51 WIT

Langkah Amungsa FC di Piala Presiden U-12 Jadi Batu Loncatan Talenta Muda Papua Tengah

Berita Terbaru