JAYAPURA – Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Kota Jayapura mendukung Kecamatan Muara Tami ditetapkan sebagai daerah pemilihan tersendiri dalam pemilu legislatif. Organisasi kepemudaan itu menilai sistem dapil yang berlaku saat ini tidak memberi ruang yang cukup bagi masyarakat perbatasan untuk mendapat wakil rakyat yang memahami kondisi wilayah mereka.
Wakil Ketua KNPI Kota Jayapura, Amat Tatroman, menyebut Muara Tami memiliki karakteristik yang berbeda dari kecamatan lain di Kota Jayapura. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, kecamatan ini menghadapi persoalan yang tidak lazim ditemukan di wilayah perkotaan, mulai dari infrastruktur jalan yang belum merata, keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, hingga tantangan pengelolaan kawasan perbatasan negara.
“Berbagai persoalan seperti pembangunan jalan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan pertanian, perikanan, serta pengelolaan kawasan perbatasan dapat diperjuangkan secara lebih fokus,” kata Amat dalam keterangan tertulisnya kepada GaleriPapua, Sabtu, 25 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KNPI berargumen bahwa dengan dapil tersendiri, peluang masyarakat Muara Tami untuk memilih wakil yang benar-benar berasal dari wilayah itu akan lebih besar. Kedekatan geografis dan kultural antara pemilih dan calon legislatif, menurut mereka, akan mendorong akuntabilitas yang lebih nyata.
Muara Tami adalah kecamatan terluas di Kota Jayapura. Wilayah ini mencakup sejumlah kampung yang secara geografis terpencar dan sulit dijangkau, dengan keragaman masyarakat serta potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya dikelola.
Amat mengakui bahwa perubahan dapil harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Ia menyebut usulan ini perlu didukung data kependudukan yang kuat, kajian yang komprehensif, dan disampaikan melalui jalur resmi kepada KPU dan DPRD Kota Jayapura.







