MIMIKA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika menggelar event Sunset Run and Art Festival di Kota Timika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan lari sore berjarak 7 kilometer yang diikuti 500 peserta ini menjadi pembuka rangkaian perayaan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di tingkat kabupaten.
Ajang olahraga ini pun turut dilaksanakan dengan beragam agenda pemberdayaan publik, mulai dari bazar UMKM, performing art, donor darah, hingga sosialisasi administrasi kependudukan (adminduk).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, Disdukcapil Mimika mengintegrasikannya dengan program nikah massal bagi 100 pasangan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus mendatang.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, mengungkapkan bahwa konsep lari sore (sunset run) ini lahir dari pengalaman pelayanan jemput bola di kawasan pesisir. Ia mendorong agar agenda serupa di masa mendatang dapat diboyong ke objek wisata alam daerah.
Ia menambahkan, inspirasi kegiatan tersebut datang saat timnya menggelar pelayanan kependudukan dua bulan lalu.
“Mohon izin Bapak Bupati Kabupaten Mimika, kami laporkan rangkaian kegiatan yang kami lakukan Run Era Festival ini. Pertama adalah run, kenapa kita kasih nama Sunset, Bapak? Mohon izin, ini saya teringat sekali 2 bulan yang lalu waktu kami pelayanan jemput bola di Pantai Ipaya dan di Mapar. Kami berharap mudah-mudahan event ini ke depan kita bisa laksanakan di pantai, Bapak. Kalau ini kita laksanakan di jajaran Pantai Ipaya yang 5 km atau 7 km, luar biasa! Insyaallah destinasi wisata di Mimika akan bisa berkembang,” tuturnya.
Menurut Slamet, minat masyarakat terhadap ajang ini sangat tinggi. Dalam kurun 1×24 jam sejak pendaftaran dibuka, tercatat ada 3.000 calon peserta. Namun, lantaran kuota dibatasi 500 orang, panitia menerapkan sistem acak (ballot).
“Akhirnya kami menggunakan sistem ballot sehingga diuji secara acak by system, hanya terkumpul 250 yang masuk pesertanya, ditambah untuk pimpinan OPD dan juga Forkopimda 70, terus di Dukcapil lingkup pegawai 100 orang dengan suami/istrinya, dan ada 160 peserta OAP itu kita los-kan masuk,” jelasnya.
Mendorong Kepemilikan Adminduk dan Gerakan Kebersihan
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi terobosan Disdukcapil yang memadukan ajang olahraga massa dengan pelayanan publik dasar.
Johannes menyoroti masih banyaknya warga Mimika yang belum memiliki dokumen pernikahan resmi, yang berdampak langsung pada status hukum anak-anak mereka.
“Mimika ini ternyata setelah sudah kita data, orang yang sudah punya anak banyak ini tapi tidak ada surat nikah. Kasihan kepada mereka punya anak-anak. Makanya kami terus berusaha untuk membangkitkan semangat ini dan kita buat semua secara gratis, supaya masyarakat bisa dengan normal jadi penduduk yang punya Kartu Keluarga, dengan anak-anak yang baik, dan semua kami jaminkan untuk adminduk di Kabupaten Mimika,” tegas Johannes.
Selain isu adminduk dan penguatan ekonomi kreatif anak muda, Johannes memanfaatkan momentum bulan kemerdekaan ini untuk menginstruksikan pengibaran bendera Merah Putih secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 di seluruh kantor pemerintah, rumah ibadah, dan tempat usaha.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kota dan pengelolaan sampah.
“Mudah-mudahan Mimika ini lebih bersih, dan ke depan betul-betul kita buat Mimika ini jadi yang terbaik. Sampah kita, kita sudah bilang, sampah itu bisa jadi uang. Kita sudah siapkan bank sampah, kita sudah siapkan kios sampah, dan sampah-sampah ini bisa menjadikan pembangunan di Kabupaten Mimika dan ekonomi bisa kita tingkatkan dari sampah-sampah tersebut,” pungkasnya.







