MIMIKA – Kelangkaan gas LPG ukuran 12 kilogram dalam dua pekan terakhir di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu kekhawatiran masyarakat.
Gangguan distribusi yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah disebut berdampak hingga ke pasokan energi rumah tangga di daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang berpotensi memperparah kelangkaan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti diketahui, dua dari tiga agen resmi LPG di Mimika sempat mengalami kekosongan stok. Saat ini, distribusi mulai berangsur pulih setelah salah satu agen menerima pasokan dari Sulawesi, sementara agen lainnya masih menunggu jadwal kedatangan kapal.
Menariknya, kelangkaan hanya terjadi pada LPG ukuran 12 kilogram. Sementara itu, stok untuk ukuran 5,5 kilogram dan 50 kilogram dilaporkan masih dalam kondisi aman.
Untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga oleh spekulan, pemerintah daerah mengambil langkah pengawasan ketat dengan memusatkan penjualan di gudang agen, yang dijaga oleh personel Satpol PP.
Bupati Johannes Rettob memastikan bahwa pasokan tambahan sudah mulai masuk, meski masih terbatas.
“Masyarakat Mimika, saya harap jangan panic buying, ya. Sekarang mereka bicara tentang gas LPG habis, tidak usah khawatir. Masyarakat Mimika tetap tenang karena gas LPG kemarin baru turun 700… 700 yang 12 kilo,” jelas Johannes, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, pengelolaan distribusi dilakukan dengan prinsip pemerataan agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses tanpa adanya penimbunan.
“Kita jaga stok, tidak boleh ada yang ambil lebih daripada itu… itu stoknya,” tambahnya.
Pemkab Mimika juga memberikan kepastian bahwa krisis pasokan ini bersifat sementara. Berdasarkan data manifest logistik, sebanyak 3.000 hingga 5.000 tabung LPG dijadwalkan tiba di Mimika pada 13–14 April 2026.
“Jadi bilang masyarakat, kamu tulis ya, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir dengan gas itu, ya. Gas LPG tersedia berbagai ukuran mulai tanggal 13 ke atas,” tegas Johannes.
Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat akan kembali stabil dalam waktu dekat.


























