Krisis Pasokan, Warga Mimika Antre Berjam-jam Demi LPG

Ahmad

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean panjang tabung gas di depan PT Mitra Indimatam Nusantara, Jalan Yos Sudarso, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (6/4/2026). (Foto: Istimewa)

Antrean panjang tabung gas di depan PT Mitra Indimatam Nusantara, Jalan Yos Sudarso, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (6/4/2026). (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Krisis pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu antrean panjang warga di depan agen resmi.

Ratusan warga terlihat mengular sejak pagi di Jalan Yos Sudarso, Distrik Wania, Senin (6/4/2026), demi mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan rumah tangga.

Kelangkaan LPG yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi agen, termasuk PT Mitra Indimatam Nusantara di kawasan Nawaripi. Kondisi ini menciptakan kepanikan terbatas di tengah aktivitas kota yang tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa tersendatnya pasokan dari Sulawesi Selatan menjadi penyebab utama krisis tersebut.

Menurutnya, pengiriman tabung kosong ke Makassar sebenarnya telah dilakukan seperti biasa, namun distribusi kembali mengalami hambatan akibat dinamika di lapangan dan persoalan kuota wilayah.

Untuk mengantisipasi praktik spekulasi, pihak agen memberlakukan pembatasan pembelian satu tabung per rumah tangga.

Baca Juga :  TSE Group Bangun Pabrik Biogas Pertama di Papua Selatan

“Tidak kosong, Ini hanya menunggu pasokan dari Sulsel. Masalahnya, belas kasihan masyarakat di sini antre. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya. Karena sudah saya perhatikan ada orang sudah beli antre lagi, di simpan di mobil, sudah penuh baru jalan,” ujar Andi saat diwawancarai wartawan, Senin.

Situasi di lapangan menunjukkan ketimpangan distribusi. Saat ini, hanya PT Mitra Indimatam yang masih memiliki stok terbatas, sementara dua agen resmi lainnya belum dapat melayani masyarakat karena masih menunggu pasokan.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan merupakan langkah darurat untuk menjaga ketersediaan LPG.

“Ini bukan mengambil, melainkan upaya agar distribusi LPG semakin terjamin dengan rencana pasokan langsung dari SPBE di wilayah Regional Papua Maluku,” ungkapnya.

Baca Juga :  PMII dan GMNI Mimika Galang Dana untuk Korban Bencana Alam

Pertamina tengah menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah dengan mengoptimalkan distribusi melalui Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Regional Papua Maluku. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi serta menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pasti kebijakan yang diambil nantinya akan bersama Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika,” tambah Junaedi.

Saat ini, stok yang tersedia diperkirakan hanya mampu bertahan selama lima hingga enam hari, terdiri dari sekitar 2.000 tabung ukuran 5,5 kilogram dan 1.000 tabung ukuran 12 kilogram.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Warga juga diminta mematuhi aturan pembelian satu tabung per keluarga guna memastikan distribusi yang adil di tengah keterbatasan pasokan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya
Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik
Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIT

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Berita Terbaru

Penangkapan DPO tersangka penembakan karyawan Freeport di Mimika. (Foto: Satgas ODC)

Hukrim

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:32 WIT