Dinsos Mimika Fokus Pulihkan Masa Depan Anak Putus Sekolah Lewat Pelatihan Keterampilan

Kevin Kurni

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yunita Kudiay. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yunita Kudiay. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Dinas Sosial Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya penanganan anak putus sekolah dan anak jalanan (anak karton) melalui program rehabilitasi sosial berbasis pelatihan keterampilan. Tahun 2026 ini, sebanyak 20 anak direncanakan mengikuti pelatihan selama enam bulan di dua yayasan yang berada di Jakarta dan Bogor.

Kepala Bidang (kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yunita Kudiay, mengatakan peserta yang diberangkatkan merupakan anak-anak dengan latar belakang putus sekolah, anak jalanan, hingga anak yang membutuhkan rehabilitasi sosial. Sebelum diberangkatkan, keluarga mereka terlebih dahulu diberikan sosialisasi agar dapat mendukung proses pembinaan.

“Sekarang ada 20 orang yang kami akan bawa, namun kita harus panggung dengan sosialisasi, dengan keluarga, dengan anak-anak,” ujar Yunita di sela kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Penanganan Keluarga Anak Putus Sekolah dan Anak Karton yang digelar di Hotel Horizon Diana Timika, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya pelatihan dilaksanakan di Makassar. Namun, karena kapasitas lembaga pelatihan di daerah tersebut telah penuh, Dinas Sosial Mimika mengalihkan lokasi pelatihan ke dua yayasan yang telah menyatakan kesediaannya menerima peserta dari Mimika.

Menurut Yunita, selama mengikuti pelatihan para peserta akan dibimbing oleh tenaga profesional, dan instruktur keterampilan. Mereka akan diarahkan sesuai bakat dan kemampuan masing-masing sehingga memiliki bekal setelah kembali ke Mimika.

“Harapannya mereka memiliki keterampilan, keluar dari kehidupan jalanan dan tidak lagi menjadi anak putus sekolah. Yang paling penting adalah dukungan dari keluarga agar mereka bisa berubah,” katanya.

Program tersebut merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang setiap tahun dianggarkan melalui APBD Kabupaten Mimika. Jumlah peserta disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Itu setiap tahun ada, itu saya sudah bilang istilahnya, SPM itu. dia minta di situ dari DPA mereka tetapkan berapa jumlah itu.
Kita punya program itu, itu sudah ada. Jadi tim anggaran yang dia menyiapkan di situ berapa, di situ patoknya ada,” jelasnyaa.

Baca Juga :  Reses di Wowor Timika, Tanzil Azharie Janji Segera Terangi Jalan dan Perjuangkan Aspirasi Warga

Yunita menambahkan, seluruh biaya keberangkatan, pelatihan hingga pemulangan peserta ditanggung oleh Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Program ini terbuka bagi seluruh anak yang memenuhi kriteria tanpa membedakan suku.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan dipulangkan ke Mimika untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai bekal.

Yunita mengakui penanganan anak jalanan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Peran keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan perubahan perilaku anak setelah menjalani pembinaan.

“Penertiban memang dilakukan bersama Satpol PP sesuai kewenangannya. Tetapi tugas kami adalah merehabilitasi dan memanusiakan mereka agar memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan program ini,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinjau Pos Beoga, Kaskogabwilhan III: Prajurit Harus Profesional dan Humanis
Gandeng Uncen, BRIDA Mimika Garap Kajian Sosial Budaya Pemanfaatan Tailing Freeport
Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Permendagri Nomor 10 Tentang Sistem Manajemen Keamanan Data
Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua, Pemerintah Cetak 2.000 hektar Sawah
Kemenhaj Papua: 823 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Tanah Air
Disdukcapil Mimika Jemput Bola di Kawasan Pesisir Agimuga: 100 Persen Warga Dua Kampung Kini Kantongi Adminduk
Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Dukcapil Mimika Masuk Penilaian Zona Integritas Nasional
Disdukcapil Mimika Targetkan Integrasi Data Kependudukan Guna Cegah Bansos Salah Sasaran

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:17 WIT

Tinjau Pos Beoga, Kaskogabwilhan III: Prajurit Harus Profesional dan Humanis

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:32 WIT

Gandeng Uncen, BRIDA Mimika Garap Kajian Sosial Budaya Pemanfaatan Tailing Freeport

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:44 WIT

Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Permendagri Nomor 10 Tentang Sistem Manajemen Keamanan Data

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:41 WIT

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua, Pemerintah Cetak 2.000 hektar Sawah

Senin, 29 Juni 2026 - 23:38 WIT

Dinsos Mimika Fokus Pulihkan Masa Depan Anak Putus Sekolah Lewat Pelatihan Keterampilan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT