Dugaan Persekusi Wartawan oleh Kasat Reskrim Mimika, Polisi Bantah Tuduhan

Endy Langobelen

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi intimidasi. (Foto: Istimewa/liputan.com)

i

Ilustrasi intimidasi. (Foto: Istimewa/liputan.com)

MIMIKA — Empat wartawan Media Papuanewsonline.com di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengaku mengalami persekusi, intimidasi, dan kekerasan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, bersama sejumlah anggotanya pada Jumat (3/10/2025) malam.

Penanggung jawab Papuanewsonline.com, Ifo Rahabav, menyampaikan bahwa dirinya bersama tiga wartawan lainnya diperlakukan secara tidak manusiawi saat mendatangi Polres Mimika untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Kepala Distrik Jita.

“Kami diperlakukan seperti teroris oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria beserta sejumlah anggota Polres Mimika,” ujar Ifo dalam keterangannya.

Menurut Ifo, dirinya semula dihubungi oleh Kanit I Reskrim Ipda Ahmad untuk memberikan keterangan atas laporan terkait pemberitaan Papuanewsonline.com tentang dugaan perjalanan dinas fiktif di Distrik Jita tahun 2024, berdasarkan hasil audit BPK.

“Waktu itu saya minta ke Pak Kanit Ipda Ahmad bahwa Sabtu tanggal 4 Oktober, saya ke Jayapura, sehingga kalau bisa panggilannya dimajukan Jumat siang. Namun Pak Kanit sampaikan Pak Kasat sudah tanda tangan untuk Sabtu jam 10 pagi,” kata Ifo.

Namun, ia mengaku kemudian menerima panggilan kedua yang menjadwalkan pemeriksaan pada Jumat malam.

“Karena malam, saya meminta kakak saya Edward Rahawadan (Ketua Komunitas Pemuda Kei) dan tiga orang wartawan mendampingi ke Polres 32,” ujarnya.

Ifo menuturkan pemeriksaan berlangsung sekitar pukul 19.32 WIT di ruang Unit I Reskrim Polres Mimika. Dalam proses tersebut, AKP Rian Oktaria disebut masuk ke ruangan dan memperlihatkan kemarahan.

Baca Juga :  Beredar Video Klaim Kapiraya Masuk Wilayah Deiyai, Pemkab Mimika Belum Beri Respons

“Wajah Kasat Reskrim saat itu terlihat marah, dan sempat pukul meja dan langsung keluar dari dalam ruangan,” kata Ifo.

Setelah pemeriksaan selesai sekitar pukul 22.00 WIT, Ifo dan rekannya meninggalkan Mapolres. Namun, menurutnya, ancaman verbal kemudian terjadi di luar ruangan.

“Sebelum masuk ke dalam mobil, Kasat Reskrim sambil melihat ke langit lalu mengeluarkan kalimat ‘Malam ini malam yang panjang, tidak lama sa tembak kepala’,” ungkapnya.

Ifo menyebut ucapan itu didengar oleh dua wartawan yang berada di luar ruangan. Karena khawatir, mereka memilih kembali ke kantor redaksi untuk beristirahat.

Namun sekitar tengah malam, Ifo mengaku Kasat Reskrim bersama sejumlah anggota mendatangi kantor Papuanewsonline.com di SP1, Distrik Wania, dan membawa dirinya serta tiga wartawan lain secara paksa ke Polres Mimika.

“Saya keluar didampingi tiga wartawan di depan pintu untuk mempertanyakan ada masalah apa, namun sontak kami langsung dihardik oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria ‘Hey kamu semua naik’ sambil handphone kami berempat diambil oleh anggota,” tutur Ifo.

Ia menambahkan, mereka kemudian diintimidasi, diancam, bahkan diajak duel satu lawan satu oleh Kasat Reskrim.

“Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria sampai ajak berhantam dengan golok, ‘Ada parang di mobil saya, ada pisau juga, kalau kalian tidak mau duel, ya kita baku potong atau baku tikam saja’,” ucapnya.

Ifo mengklaim, Kasat Reskrim sempat menanduk kepala para wartawan satu per satu. “Kalau psikopat saya muncul, maka saya tinggal telepon Jenderal bahwa saya undur diri, saya nekat PTDH,” kutip Ifo.

Baca Juga :  Pendukung Paslon Pilkada Puncak Jaya Bentrok Lagi, 1 Tewas dan Lainnya Luka-Luka

Menurutnya, mereka baru dibebaskan sekitar pukul 05.47 WIT. “Apa yang kami alami memang sesuatu yang mengerikan, semoga ada efek jera dan tidak lagi terjadi bagi wartawan dan rekan-rekan media lain ke depan,” pungkas Ifo.

Polisi bantah tuduhan

Menanggapi tuduhan tersebut, Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria membantah keras telah melakukan persekusi, penculikan, maupun intimidasi terhadap wartawan Papuanewsonline.com.

“Menyikapi pemberitaan dari media Papuanewsonline.com di Kabupaten Mimika, saya selaku Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, bersama sejumlah anggota melakukan persekusi dan penculikan terhadap empat wartawan mereka, dan perlu saya luruskan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak sesuai fakta,” kata Rian dalam keterangan tertulis yang dikirim oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, kepada Galeripapua.com, Senin (6/10/2025).

Ia menegaskan, dirinya dan anggota tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana diberitakan.

“Saya dan anggota tidak pernah melakukan persekusi, penculikan, ataupun tindakan intimidasi sebagaimana diberitakan,” ujarnya.

Rian menambahkan, Polri tetap berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan menghormati kebebasan pers.

“Polri justru berkomitmen untuk melindungi masyarakat. Dan kami tidak ada kepentingan untuk menghalangi tugas jurnalistik,” jelasnya.

Ia juga mempersilakan agar setiap keberatan atau laporan disampaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Bila ada keberatan atau laporan dari pihak tertentu, dipersilakan menempuh jalur hukum agar semuanya bisa diuji secara transparan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT