Freeport Indonesia Raih Tamasya Award 2024 Atas Komitmen Terhadap Pendidikan Berkualitas di Papua

Ahmad

Sabtu, 30 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vice President Government RelationsHarry Pancasakti (paling kanan) mewakili PTFI menerima penghargaan Tamasya Award 2024 Kategori Implementasi Bidang Pendidikan.

Vice President Government RelationsHarry Pancasakti (paling kanan) mewakili PTFI menerima penghargaan Tamasya Award 2024 Kategori Implementasi Bidang Pendidikan.

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) meraih dua penghargaan Tambang Menyejahterahkan Rakyat (Tamasya Award) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Kategori Perencanaan Bidang Pendidikan dan Kategori Implementasi Bidang Pendidikan. Penghargaan ini diterima PTFI atas kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang baik dan berdampak positif bagi masyarakat.  
 
Penghargaan disampaikan dalam Malam Anugerah Tamasya Award yang berlangsung di Jakarta, Selasa malam (26/11).

Penghargaan ini diberikan kepada badan usaha pertambangan mineral dan batubara (minerba) untuk terus mengupayakan agar minerba di Indonesia dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan.
 
Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma di Timika, Jumat (29/11/2024) mengatakan, PTFI berkomitmen dalam pembangunan di sektor pendidikan untuk masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Di antaranya membangun fasilitas pendidikan Sekolah Asrama Taruna Papua, mendirikan Pusat Pelatihan Vokasi Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), serta memberikan beasiswa dari tingkat sekolah dasar hingga program doktor.
 
Ia mengatakan pada tahun 2024, alokasi dana investasi sosial PTFI di bidang pendidikan mencapai Rp 400 miliar.

“Dana tersebut dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai wujud komitmen PTFI dalam mendukung pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika,” katanya.
 
Claus menjelaskan, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) didirikan oleh Freeport Indonesia sebagai fasilitas sekolah untuk anak-anak suku Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan lainnya yang berada di sekitar area operasional PTFI memiliki kurikulum pendidikan berbasis teknologi dan lingkungan.
 
“Kami juga memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis selama sembilan bulan kepada masyarakat Mimika di Institut Pertambangan Nemangkawi. Pelatihan yang diberikan berkaitan dengan industri pertambangan dengan fokus enam program yakni Mekanik Alat Berat, Operator Alat Berat, Juru Las, Juru Listrik, Pekerja Tambang Bawah Tanah, dan Mekanik Pabrik,” kata Claus.
 
Di akhir periode pendidikan, peserta didik mengikuti program magang kerja di PTFI. Pelatihan di IPN terbuka bagi masyarakat lokal Mimika berusia 18—30 tahun yang lolos tahapan seleksi.

Baca Juga :  Sentra Pendidikan Mimika Butuh Intervensi Pemprov Hingga Pemerintah Pusat

Program ini mulai berlangsung pada tahun 2003 dan hingga tahun 2024 telah meluluskan lebih dari 4.000 peserta pelatihan.
 
“Sebanyak 90 persen dari lulusan IPN telah bekerja di PTFI dan kontraktor kami, melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, serta ada pula yang bekerja di perusahaan pertambangan lainnya di Indonesia. Posisi mereka di perusahaan bahkan ada yang sudah menjadi supervisor. Tentu ini menjadi kebanggan bagi kami melihat anak-anak didik telah berhasil berkarya untuk negeri,” katanya.
 
Tamasya Award adalah penghargaan keempat yang diterima Freeport Indonesia dari Kementerian ESDM di 2024. Sebelumnya, pada Oktober lalu PTFI  mendapat dua penghargaan Subroto Award. Dua penghargaan Tamasya Award untuk kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan dua penghargaan Subroto Award untuk kategori Keselamatan, Keteknikan, dan Perlindungan Lingkungan, serta Kinerja PPM Mineral Terinovatif.
 
“Kami bersyukur dan bangga, karena Tamasya Award ini melengkapi pengakuan terhadap seluruh aspek Environmental, Social, Governance (ESG) dan wujud komitmen Freeport dalam mewujudkan praktik pertambangan berkelanjutan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern
Dies Natalis ke-64, Uncen Gelar Pelatihan Jurnalistik Bersama Cenderawasih Pos
Udara Tidak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Edaran Peliburan Sekolah
Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung
Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup
DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:38 WIT

Freeport Ajak 200 Mahasiswa UNCEN Belajar Teknologi Tambang Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:08 WIT

Dies Natalis ke-64, Uncen Gelar Pelatihan Jurnalistik Bersama Cenderawasih Pos

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:27 WIT

Udara Tidak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Edaran Peliburan Sekolah

Senin, 28 September 2026 - 14:23 WIT

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:43 WIT

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda

Berita Terbaru