MIMIKA – Peresmian Koperasi Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus proyek percontohan (pilot project) bagi wilayah pesisir lainnya di Mimika.
Peresmian koperasi dilakukan oleh Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Kamis (9/4/2026), dan turut dihadiri Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Gubernur Papua Tengah, serta jajaran Forkopimda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Johannes menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah pusat di wilayah pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur.
“Kunjungan ini menjadi kehormatan besar bagi masyarakat Atuka. Kehadiran pemerintah pusat di kampung seperti ini memberi semangat baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Mimika memiliki karakteristik wilayah yang kompleks, mulai dari pegunungan, perkotaan, hingga kawasan pesisir dengan banyak delta dan akses terbatas.
Menurutnya, luas wilayah Mimika mencapai sekitar 21.000 kilometer persegi, dengan sejumlah kampung pesisir yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara maupun sungai.
“Jaraknya cuma 30 km, sebenarnya dari kota Timika kalau lurus lurus. Hanya karena harus lewat sungai, harus lewat laut Tidak ada jalan darat, jadi kita pakai helikopter atau Perahu,” katanya.
Johannes mengungkapkan, saat ini terdapat 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan seluruhnya telah berbadan hukum.
Namun demikian, baru satu gedung koperasi yang berhasil dibangun, yakni di Kampung Atuka.
“Bangunan koperasi baru satu di Atuka. Kami berharap ini menjadi pilot project yang bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan gedung koperasi tersebut menggunakan anggaran daerah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keberadaan koperasi di Atuka dinilai sangat strategis karena mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan. Koperasi diharapkan mampu menjadi pusat distribusi, pemasaran hasil tangkapan, sekaligus memperkuat ekonomi warga pesisir.
“Koperasi ini bisa membuat dampak ekonomi kita cukup besar. Masyarakat di sini mata pencariannya nelayan, hampir semua orang nelayan,” katanya.
Johannes juga mengungkapkan adanya peluang kerja sama lanjutan dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk pengembangan koperasi di Mimika.
“Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan. Mudah-mudahan ke depan ada tindak lanjut nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Koperasi Merah Putih di Atuka tidak hanya menjadi simbol program pemerintah, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika.


























