MIMIKA – Tokoh masyarakat adat, Nerius Beanal, memberikan respons terkait adanya operator luar yang sempat berupaya membuka jalur pendakian menuju Puncak Carstensz (Puncak Nemangkawi) melalui wilayah hak ulayat marga Beanal di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Penolakan ini diduga dipicu oleh adanya upaya pembukaan jalur tanpa koordinasi melalui Sungai Beanogoma dan Noselanogoma yang dianggap masih merupakan hak ulayat marga Beanal.
“Jadi kemarin ada operator yang hendak masuk untuk membuka jalur pendakian di Sungai Beanogoma di sisi selatan,” jelasnya kepada Galeripapuam.com, Selasa (3/3/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami Marga beanal larang keras kepada siapa pun selain Marga Beanal membuka jalur pendakian melalui Sungai Beanogoma dan Noselanogoma,” sambungnya.
Nerius menekankan bahwa wilayah Tsinga dihuni oleh empat marga besar, yakni Beanal, Magal, Kum, dan Jawame.
Namun, ia mempertegas bahwa wilayah terluas di area tersebut berada di bawah hak ulayat Marga Beanal.
Ia mengingatkan semua pihak agar menghormati batas adat yang telah diwariskan turun-temurun untuk menghindari potensi konflik horizontal.
“Jangan ada orang memanfaatkan anak-anak yang ada di kampung. Tolong ikuti budaya dan adat yang ada, jangan melewati batas-batas hak ulayat yang ada,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat Yeni Beanal mengungkapkan bahwa saat ini generasi muda marga Beanal bahkan telah membentuk operator lokal resmi bernama Treking Beanal Mountain Nemangkawi Ningok.
Langkah pembentukan operator berbendera lokal di bawah payung marga Beanal ini sebagai bentuk penegasan kedaulatan masyarakat adat atas akses menuju Puncak Carstensz.
Yeni mengungkapkan, pada tahun 2024, tim lokal ini bahkan sudah mulai memetakan jalur dan memasang penanda hingga ke titik tengah pendakian.
“Untuk sementara ini kami tekankan berhenti dulu, jangan lagi bawa datang operator. Karena kalau kami sudah buka akses itu tetap semua masuk di pintunya marga Beanal. Semua operator akan masuk ke situ karena wilayah yang lebih besar itu marga Beanal. Teman-teman tolong pahami wilayah atau hak ulayatnya marga Beanal,” pungkas Yeni.









