MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Endy Langobelen

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai kegiatan penjaringan aspirasi dan dengar pendapat kaum perempuan yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah di Aula Gabriel, Gereja Katolik St. Stefanus Sempan, Kabupaten Mimika, Jumat (15/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Foto bersama usai kegiatan penjaringan aspirasi dan dengar pendapat kaum perempuan yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah di Aula Gabriel, Gereja Katolik St. Stefanus Sempan, Kabupaten Mimika, Jumat (15/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan penjaringan aspirasi dan dengar pendapat kaum perempuan di Aula Gabriel, Gereja Katolik St. Stefanus Sempan, Kabupaten Mimika, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut menyoroti berbagai persoalan perempuan asli Papua, mulai dari Otonomi Khusus (Otsus), situasi keamanan dan kemanusiaan hingga krisis pengembangan pendidikan, ekonomi sosial, budaya, kesehatan, serta lapangan kerja di Papua Tengah.

Kegiatan itu dihadiri langsung Anggota Pokja Perempuan MRP Papua Tengah, Marsela Tomatipi, dan diikuti sejumlah perempuan di Mimika yang didominasi mama-mama dari Suku Kamoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Marsela mendengar langsung berbagai aspirasi dan keluhan perempuan asli Papua terkait pendidikan, UMKM, pelayanan kesehatan, perpindahan penduduk, hingga persoalan kesempatan kerja yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Marsela menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga masa depan generasi Papua.

“Perempuan Mimika ke depan mau buat apa, mau jadi seperti apa. Harus diingat, kita perempuan melahirkan generasi. Kita perempuan menciptakan budaya untuk generasi ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan penjaringan aspirasi tersebut dilaksanakan serentak di delapan kabupaten di Papua Tengah guna menghimpun berbagai persoalan masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah maupun legislatif.

Marsela juga menegaskan bahwa MRP memiliki tugas utama untuk memproteksi hak-hak dasar orang asli Papua, khususnya di Kabupaten Mimika yang merupakan wilayah adat Suku Kamoro dan Amungme.

Baca Juga :  MRP Se-Papua Dorong Revisi UU Otsus Soal Pilkada: Paslon Harus OAP

Meski demikian, ia mengajak seluruh masyarakat di Mimika, termasuk yang berasal dari luar dua suku tersebut, untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dan kedamaian di tanah Mimika.

“Mimika milik bersama. Kita jaga kebersamaan sama-sama di Tanah Mimika ini,” katanya.

Marsela menilai momentum tersebut menjadi ruang penting bagi perempuan untuk menyuarakan hak-haknya, terutama karena perempuan masih kerap menjadi kelompok yang termarginalkan.

“Waktunya kita perempuan Mimika untuk bersuara. Ini kesempatan buat kita untuk memperjuangkan hak-hak perempuan,” ujarnya.

Usai kegiatan, Marsela mengaku terharu melihat antusiasme mama-mama Kamoro dalam menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami.

“Saya sendiri sampai terharu melihat mama-mama ini dengan luar biasa antusias. Mereka kumpul banyak persoalan, lalu mereka kasih masukan ke kami dengan harapan ini tidak tertinggal di kami, di MRP, tapi ini akan kami teruskan ke tingkatan yang lebih tinggi seperti ke gubernur,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan budaya menjadi salah satu isu yang paling banyak disoroti dalam forum tersebut. Mama-mama Kamoro merasa nilai budaya mereka kerap digunakan secara tidak tepat oleh pihak lain.

“Masalah budaya itu mereka merasa dirugikan karena mereka punya budaya dipakai seenaknya oleh orang lain. Lalu seperti cat-cat badan, orang Kamoro itu nilai budaya tersendiri, nilai budayanya itu tinggi, jadi makanya kami merasa dihina dengan hias-hiasan badan yang salah dan tidak sesuai budayanya,” katanya.

Baca Juga :  Usulan Anggaran Perjalanan Dinas Capai Miliaran Rupiah, Pj Sekda Mimika: Coret!

Selain budaya, persoalan pendidikan dan lapangan kerja juga menjadi perhatian utama perempuan Mimika. Mereka berharap anak-anak asli Papua mendapat kesempatan yang adil untuk memperoleh pekerjaan di daerah sendiri.

“Karena banyak orang dari luar yang datang, lalu tinggal 1-2 hari bisa diterima bekerja, sementara anak-anak yang tinggal di sini, punya tempat di sini, mencari pekerjaan sangat susah,” ujar Marsela.

Ia memastikan aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius MRP Papua Tengah untuk diteruskan kepada pihak-pihak pengambil kebijakan.

Dalam forum itu, persoalan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua juga ikut menjadi sorotan. Marsela menilai tujuan utama Otsus sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Otsus kalau kita jalankan dengan baik itu kami orang Papua sudah hidup sejahtera, tapi ini OPD-OPD pemerintah ini main. Kalau kita bilang makan dua piring, ini sudah yang terjadi. Jadi, Otsus mereka pakai, digunakan untuk program-program, lalu APBD atau anggaran yang mereka punya itu entah kemana, saya tidak tahu,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa MRP kini memiliki kewenangan pengawasan terhadap pelaksanaan Otsus dan akan menindaklanjuti berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Kami sudah diberikan hak untuk pengawasan Otsus, dan saya pastikan kami akan datang ke OPD-OPD yang nakal ini,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya
Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub
Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 20:29 WIT

Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP

Rabu, 15 April 2026 - 19:26 WIT

Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika

Berita Terbaru

 (Jersey kuning hijau) seorang pemain SMANSA sedang menguasai bola dan hendak menyerang pertahanan SMAN 4 Mimika dalam lanjutan turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II. Bertanding di Goldstone Arena, Jumat (15/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Olahraga

SMA Negeri 4 Dilibas Smansa 0-5 di Kapolda Cup II

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:50 WIT

SMK Kasih Rafael melawan SMA YPK pada babak penyisihan Kapolda Cup II Mini Soccer 2026 tingkat SMA se-Kabupaten Mimika di Goldstone Arena, Timika, Rabu (13/5/2026). (Foto: Istimewa/Fernando Rio)

Olahraga

SMK Kasih Rafael Tundukkan SMA YPK 2-1 di Kapolda Cup

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIT