OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Endy Langobelen

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem mengeksekusi dua orang yang dituding sebagai mata-mata di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). (Foto: Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem mengeksekusi dua orang yang dituding sebagai mata-mata di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). (Foto: Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

YAHUKIMO – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga warga yang dituding sebagai intelijen aparat Indonesia serta seorang anggota Polri di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (20/7/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM tertanggal 21 Juli 2026. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa aksi dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem.

Selain siaran pers, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, juga menyebarkan sebuah video berdurasi 4 menit 10 detik yang memperlihatkan sejumlah anggota TPNPB bersenjata api, panah, dan parang berdiri di belakang dua orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang dituding sebagai agen intelijen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video tersebut, kedua korban tampak duduk dalam kondisi pasrah. Korban laki-laki sempat mengangkat tangan dan memberi isyarat memohon agar tidak ditembak. Namun, sesaat kemudian ia ditembak di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi.

Korban perempuan kemudian mengalami nasib serupa. Ia ditembak dari arah belakang hingga tersungkur.

Eksekusi terhadap kedua korban dilakukan oleh Almarhum Giban selaku pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem.

“…. Lawan musuh itu sabar (dulu), itu hal biasa. Orang yang jual saya tu orang Banpol ini, Banpol di Kota Yahukimo. Jadi ini, hari ini, hari Selasa, saya tembak Banpol. Jadi Banpol ini sudah, sekarang saya ada tembak ini,” ujar Almarhum Giban dalam video sesaat sebelum melakukan eksekusi.

Sementara itu, anggota pasukan khusus TPNPB, Akar Heluka, menyatakan bahwa pria yang ditembak merupakan mantan anggota TPNPB yang telah berkhianat dan menjadi intelijen aparat Indonesia.

Baca Juga :  Uang Tunai dan Puluhan Alat Berat Disita Terkait Dugaan Korupsi Proyek Aerosport Mimika

“Mata-mata intelijen di Yahukimo dari 2024 hingga 2026 ini pelaku operasi, pelakunya ada dua orang. Ini benar-benar, saya pasukan khusus Akar Heluka,” tuturnya setelah proses eksekusi.

Pernyataan serupa juga disampaikan Bazoka Meage yang mengaku telah lama memantau keberadaan pihak-pihak yang disebut sebagai intelijen aparat di Yahukimo.

“Yang pasang Banpol-banpol di Yahukimo, saya sudah mulai (pantau) itu. Jaga dia, tembak, saya lihat tembak, musuh itu sasar di belakang baru maju. Saya sudah mulai kemarin, saya tembak,” tegasnya.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB juga mengklaim telah menembak seorang perempuan lainnya pada hari yang sama dengan tuduhan sebagai agen intelijen aparat Indonesia.

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem mengeksekusi seorang perempuan yang dituding sebagai mata-mata di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). (Foto: TPNPB-OPM)
Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem mengeksekusi seorang perempuan yang dituding sebagai mata-mata di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). (Foto: TPNPB-OPM)

Dengan demikian, jumlah korban yang mereka klaim telah dieksekusi mencapai tiga orang, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Identitas para korban tidak disebutkan.

“Hal tersebut kami lakukan karena kami telah memiliki bukti-bukti yang kuat atas keterlibatan mereka bersama aparat militer Indonesia sehingga mengakibatkan sejumlah pasukan TPNPB gugur dalam operasi yang dilancarkan oleh tentara dan polisi Indonesia ke basis TPNPB,” ujar Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, dalam siaran pers tertulis.

Ia juga mengeluarkan ancaman kepada masyarakat agar tidak terlibat sebagai intelijen aparat Indonesia.

“Kepada masyarakat Yahukimo, pemuda, pemudi, hamba Tuhan, ASN hingga anak-anak sekolah dan seluruh rakyat Papua di Yahukimo bahwa TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap eksekusi mati orang Papua yang terlibat sebagai agen intelijen militer Pemerintah Indonesia di wilayah perang di Yahukimo,” tegasnya.

Baca Juga :  Tahbisan Uskup Timika akan Dipimpin Dubes Vatikan Mgr. Piero Pioppo

“Entah Banpol, Komcad, dan seluruh satuan intelijen militer Indonesia yang telah masuk di tengah-tengah masyarakat, kami siap eksekusi mati jika kedapatan. Dan ketiga agen intelijen militer Indonesia yang kami sudah eksekusi mati itu sebagai peringatan penting terhadap orang asli Papua untuk tidak terlibat dengan aparat militer Indonesia dalam medan perang di Yahukimo,” imbuhnya.

Selain mengklaim penembakan terhadap tiga warga, TPNPB juga menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya Brigpol Fredi Lukas Awes, personel BKO Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz-2026, yang diserang pada malam hari di Yahukimo.

“Penembakan tersebut kami siap bertanggung jawab. Sehingga disampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan operasi serta penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil dengan sembarangan. Jika mau kejar silakan datang ke markas TPNPB,” kata Kopitua Heluka.

Jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. (Foto: Dok. Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)
Jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. (Foto: Dok. Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Dalam pernyataan yang sama, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengeluarkan ancaman kepada maskapai penerbangan sipil yang beroperasi di wilayah konflik agar tidak digunakan untuk mengangkut personel maupun logistik militer.

“Jika hal tersebut tidak di indahkan maka kami siap tembak seluruh penerbangan sipil yang memasuki wilayah operasi TPNPB,” tegas Sebby Sambom.

Mereka meminta aparat militer menggunakan pesawat atau helikopter militer untuk kepentingan operasi maupun evakuasi personel.

“Korban dari aparat militer Indonesia yang jatuh dalam medan perang silakan dievakuasi menggunakan pesawat atau helikopter militer. Jangan menggunakan pesawat sipil lalu melakukan aktivitas militer. Jika hal tersebut tidak diindahkan, maka pilot-pilot siap dieksekusi dan pesawat siap dibakar,” tandasnya.

“Hal tersebut kami lakukan demi menegakkan hukum humaniter internasional dalam konflik bersenjata Non Internasional di Tanah Papua melawan aparat militer Indonesia demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK
Perkara Pinjam Motor, Seorang Pria Ditikam di Mimika
Kejar Pelaku Begal, Korban Malah Dikeroyok di Jalan Cenderawasih Mimika
Kasus Proyek RBLH di Hoya Masih Tahap Penyelidikan, Belum Ada Tersangka
Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Mimika, Sejumlah Barang Bukti Disita
5.000 Batang Ganja Berhasil Diungkap Koops TNI Habema
Pemuda 22 Tahun Ditemukan Tewas di Mimika, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIT

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:45 WIT

Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK

Senin, 20 Juli 2026 - 12:53 WIT

Kejar Pelaku Begal, Korban Malah Dikeroyok di Jalan Cenderawasih Mimika

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIT

Kasus Proyek RBLH di Hoya Masih Tahap Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:03 WIT

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Mimika, Sejumlah Barang Bukti Disita

Berita Terbaru

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem mengeksekusi dua orang yang dituding sebagai mata-mata di Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026). (Foto: Tangkapan layar video TPNPB-OPM)

Hukrim

OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Rabu, 22 Jul 2026 - 11:20 WIT

Jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis sebelum jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura. (Foto: Dok. Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Peristiwa

Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK

Rabu, 22 Jul 2026 - 04:45 WIT

Deretan truk terparkir di area sekitaran salah satu SPBU di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

Pemkab Mimika Ancam Cabut Izin SPBU Nakal Penyeleweng BBM Subsidi

Rabu, 22 Jul 2026 - 04:23 WIT